Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

X-tra Action: Proposal Campaign HexaBliss

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Alhamdulillah wa syukrulillah , pekan ini luar biasa tantangannya, hoho. Pada proses penerbitan HexaBliss Edisi 1, tantangannya ada di penulisan naskah. Hingga akhir deadline , naskah bahasan istimewa belum siap, huhuu...tapi sungguh Allah Mahabaik. Kami berhasil menaklukan tantangan itu dan dengan bangga merilis HexaBliss tepat waktu. Pada proses pembuatan HexaBliss Edisi 2 ini, saya mendapat tantangan yang lebih berat, terkait mood . Hadeuuh, lemah deh si Bunda mah kalau urusan hati begini. Teman satu co-housing saya ada yang 'sakit' dan semangat saya pun ikutan ngedrop, huhuu. Terus terang saya sempat oleng dengan timeline . Alhamdulillah, Allah tarik kembali ruh saya menjejak di bumi, sehingga HexaBliss Edisi 2 ini siap terbit tepat waktu. Penerbitan HexaBliss Edisi 2 ini lumayan membuat saya ngos-ngosan. Selain memang peran saya sebagai Pemred dan redaktur dituntut lebih dengan adanya x-tra miles, kondisi hati juga menampar saya bolak-balik.

X-tra Miles: Ektra Tenaga dan Pikiran untuk Hasil yang Penuh Kejutan

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim…  Memasuki Zona X itu … sesuatu! Wakakakk. Pada saat brainstorming konten rubrik HexaBliss yang kedua, semua member co-housing lebih aktif dalam mengutarakan ide. Aha, kami memiliki banyak ide yang ingin dikerjakan!  Penuh kejutan dan memberikan efek yang signifikan bagi HexaBliss. Namun, ide baru ini memiliki tantangan yang cukup besar. Ide tambahan ini membutuhkan ekstra tenaga dan pemikiran dimana melibatkan semua member co-housing 2 sesuai dengan perannya masing-masing. Awalnya, ide ini tidak diterima oleh beberapa teman, khususnya tim desain yang pastinya akan sangat keteteran. Akan tetapi, setelah Founding Mothers membahas x-tra miles ini, kami semua bersepakat untuk menjalankan ide tersebut. Yeayy !! Daannn, yang serunyaaa, ternyata banyak ide baru bermunculan untuk pembuatan HexaBliss ini. Semakin mendekati tanggal launching tapi kami semakin menggebu untuk merealisasikan ide-ide kami. Wihuuuu, semoga Allah mudahkan. Semangat, gengs! Kalau yang pen

A Review: Separuh Perjalanan

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Wihuuu, sepekan kemarin betul-betul selebrasi buat co-housing 2 Kepenulisan. Ada apakah gerangan? Karena kami berhasil melaunching HexaBliss Edisi 1 pada tanggal 25 November 2020, yeayy ! Banyakk banget yang memberikan apresiasi atas terbitnya HexaBliss, masya Allah enggak nyangka. Syukur alhamdulillah Allah telah memudahkan langkah kami semua. Bagi teman-teman yang penasaran, sila baca gratis HexaBliss di sini , yaa! Pekan kedua berada di Zona E saatnya mereview proses pembelajaran kami di kelas Bunda Produktif. Sudah satu bulan kami bergandengan tangan untuk merealisasikan project passion kami, mulai dari menyiapkan diri kami masing-masing untuk bersinergi, membuat perencanaan yang matang, hingga akhirnya kami sangat bahagia melihat karya kami dapat bermanfaat luas. Kami, 10 orang dengan karakter berbeda, yang juga memiliki konsentrasi passion yang berbeda. Itulah awal mula munculnya ide HexaBliss, agar kami bertumbuh dengan bahagia sesuai dengan konsent

Launching HexaBliss

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Wahhh, memasuki zona 4E nih sekarang. Semakin menantang di tengah semakin sempitnya waktu, hoho. Selain diskusi dalam co-housing dan membuat jurnal, co-housing kami bagaikan berlari karena juga dituntut untuk menyelesaikan milestone 1 kami, yaitu penerbitan HexaBliss Edisi 01 pada tanggal 25 November 2020 . Ehh, ada yang baru sekarang, namanya HexaBliss. Kenapa berganti dari HexaMagz? Hal ini karena nama HexaMagz sudah dipakai oleh co-housing lain yang ternyata project passionnya berupa buletin. Whaatt?  Sama banget, kan? Awalnya kami masih merasa PD dengan menggunakan nama HexaMagz dengan konsep orisinil yang kami usung, namun HexaMagz tetangga justru brojol duluan dengan konsep yang berbeda. Akhirnya, kami melakukan rebranding dengan nama HexaBliss yang memiliki tagline Bring Happiness to Hexagonia . Konsepnya pun dipertegas lagi, yaitu menjadi majalah elektronik yang memberikan informasi secara menarik dan kreatif, yang tentunya dikemas dengan fun . W

Habit to Nation

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... Eng..ing...eng...kelas Bunda Produktif telah  memasuki zona H. Di zona H, kami diminta untuk menetapkan milestone dan pembagian tugas untuk mencapai milestone tersebut, menetapkan habit pribadi untuk mendukung milestone, serta membuat self evaluation. Hoho, padat merayappp. Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya kami memutuskan milestone kami berdurasi enam bulan. Setiap bulannya, kami akan menerbitkan e-buletin yang akan disebarkan ke seluruh pelosok Hexagon City.  Adapun timeline milestone 1 kami seperti ini: - Tanggal 28 Oktober-3 November: pemilihan tema bulanan, penentuan rubrik - Tanggal 4-10 November: penulisan naskah - Tanggal 11-18 November: editing dan revisi naskah, serta cek referensi - Tanggal 18-21 November: lay-outing (bisa dimulai lebih awal untuk lay-out sementara) - Tanggal 23 November: final buletin - Tanggal 25 November: launching buletin Untuk pembagian tugas, teman-teman memercayakan si Bunda ini untuk menjadi Pimred, wohoo.. d

Melatih Konsistensi Menulis

Gambar
 Bismillahirrahmaanirrahiim... Memasuki pekan ke berapa ya ini?? Hahaa, lupaa... Di pekan ini, para Hexagonia kembali diminta berdiskusi tentang project passion, khususnya terkait berbagai karakter moral dan karakter kinerja yang dapat menjadi booster, delay, dan risk. Booster  adalah karakter yang harus dimiliki untuk mewujudkan project passion kami. Delay adalah karakter yang dapat menyebabkan keterlambatan akan terwujudnya project passion, sedangkan risk adalah berbagai karakter yang dapat menghambat pembuatan project passion menjadi tidak terlaksana. Hmm..diskusi terkait ini cukup lama. Bukan lama karena saking seru bahasannya sih (itu juga), tapi lama dalam artian tidak semua member co-housing 2 terlibat aktif di waktu yang telah disepakati. Malah ada sesi diskusi yang akhirnya tidak terlaksana karena tidak memenuhi kuorum diskusi. Huhuu, tantangan, ya. Bisa jadi delay ini kalau sudah memulai membuat project passion dan lama-kelamaan akan berpotensi menimbulkan risk .  Untuk

Coming Soon: HexaMagz

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim....  Waahh, libur seminggu yaah kemarin untuk posting jurnal karena kami diminta untuk berkenalan secara intens di grup co-housing. Yuhuuu!! Co-housing kepenulisan 2 ini terdiri dari 10 orang yang gemar menulis. Keren-keren euyyy, bahkan mereka malah targetnya buku solo, loh. Hahaa, apa kabar si Bunda yang masih maju-mundur buat buku solo ini? Haa!   Pada pekan ini, kami yang berada dalam satu co-housing diminta untuk membuat satu project passion . Kebayang yaa, menyatukan sepuluh kepala tuh gimana..dengan target pribadi yang berbeda-beda pula. Hoho, tantangan tersendiri tentunya. Sebelum menetapkan project passion , setiap peserta diminta untuk membuat project canvas masing-masing. Dengan project canvas , setiap orang akan mengenali passion dan kebutuhan passion mereka. Wihuu, banyak ide banget rasanya pengen nulis macam-macam, haha. Untuk project canvas , saya menetapkan konsentrasi passion saya di kegiatan menulis cerita anak/aktivitas anak. Berikut projec

Meriahnya Pemilu Hexagon City

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim... Pekan kedua kelas Bunda Produktif telah terlewati. Pada pekan ini kami para hexagonia terlibat dalam Pemilu Calon Walikota Hexagon City, wihuu!! Terus terang, saya terpesona banget yaa sama Ibu Septi selaku founding mother dan tim formula yang merancang ini semua. Di tengah kondisi Indonesia yang saat ini bagi saya memprihatinkan dengan tetap dilaksanakannya Pilkada di berbagai daerah pada masa pandemi Covid, Pemilu Hexagon City ini bagaikan 'sentilan' untuk negara tetangga. Bisa loh kalau mau tetap berdemokrasi tanpa menciptakan kemudharatan yang lebih besar. Saya sendiri gerah sama kebijakan yang ditentukan Pemerintah RI, tapii...ya bagaimana, ya. Biar gak kegerahan teruss, jadi mending kita fokus membangun Hexagon City, kota impian kami para ibu pembelajar yang selalu semangat mengembangkan passion kami. Pemilu Hexagon City sepenuhnya dilakukan secara online. Dari mulai pendaftaran calon walikota, pengenalan para calon walikota, serangkaian ka

Selamat Datang, Hexagonia!

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim... Waahhh, gak kerasa ternyata sudah berlanjut lagi belajar di level berikutnya: BUNDA PRODUKTIF . Wihuuu! Deg-degan, bingung, bahagia, apalah semua dicampur jadi satu. Ibu Septi memang bisa banget bikin kami semua tercengang-cengang, haha. Pada pekan pertama, kami peserta Bunda Produktif, dikenal dengan nama Hexagonia, yaitu para warga Hexagon City. Hahaa, banyak istilah barulah di Bunda Produktif ini. Jadi, rencananya kami akan membangun sebuah kota futuristik berdasarkan passion atau minat kami. Menarik, yah. Saya memilih bidang kepenulisan dengan fokus menulis cerita/lembar aktivitas anak. Tantangan di pekan pertama ini kami semua diminta membangun rumah kami. Setiap Hexagonia diberikan sekavling lahan berbentuk hexagon dan kami bebas berkreasi untuk membangun rumah yang kami inginkan. Liar banget pikirannya, pengen ini-pengen itu. Haha.. Awalnya saya sempat bingung mau bikin rumah dengan apa. Ngegambar gak bagus, kepikiran bikin maket tapi kok ya rib

Saatnya Terbang Mengudara, Wahai Kupu-kupu!

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... Duuh, nano-nano rasanya menulis ini. Ternyata saya sampai juga di garis finish untuk terbang sebagai kupu-kupu. Masya Allah, Allah yang telah memudahkan saya untuk berproses. Semua ini sungguh tidak luput dari kuasaNya. Kelas Bunda Cekatan merupakan kelas yang saya tunggu sejak lama. Sempat khawatir tidak kebagian slot karena lulusan Bunda Sayang semakin banyak, tapi alhamdulillah Allah memberikan nikmat yang tak terkira. Belajar kembali mengenal diri sendiri. Mengenal apa artinya kata "BAHAGIA". Masya Allah, saya bagai menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang seringkali saya lontarkan dalam batin saya. Awalnya, di kelas ini merasa bingung. Gak ngerti apa sebenarnya yang dikerjakan di tahap telur-telur . Apa sebenarnya esensi dari tantangan setiap minggunya? Tapi saya hanya ingat satu hal, "Bersabarlah dalam menuntut ilmu." Jadi, meskipun saya masih meraba-raba tapi saya selalu berusaha menyelesaikan setiap tantangan ya

Action #4: Straight Ahead

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Wihuuu, pekan ke-7! Campuk aduk banget ini rasanya. Antara senang karena masih semangat di program mentorship meski jatuh bangun dan sedih karena sebentar lagi program ini berakhir. Pekan ini saya fokus untuk mengejar ketertinggalan action plan saya pada pekan yang lalu. Alhamdulillah, Allah kasih semangat lagi untuk terus maju. Kali ini, Ibu Septi meminta kami untuk merayakan kemajuan. Mentor menilai kemajuan mentee dan mentee menilai kemajuan mentor. Hoho, deg-degan. As a Mentee Pada pekan ini, saya melanjutkan untuk menyortir dan merapikan bumbu masakan. Hoho, banyak yang expired ternyata. Saya juga menata isi kulkas. Satu lagi yang saya lakukan di pekan ini adalah merapikan laci penyimpanan makanan anak-anak. Memang seharusnya keseluruhan action plan itu sudah selesai pekan lalu. Tapi seperti yang sudah saya jelaskan pada postingan sebelumnya, pekan ini saya memutuskan untuk mengejar semua ketertinggalan itu. Untuk pembiasaan mencuci, saya be

Rahasia Charlie

Gambar
Sudah sepekan aku tinggal di rumah baru ini. Bang Udin memanggilku dengan Charlie. Ah, Charlie, nama yang mencerminkan kegantenganku. Jujur saja, dibeli oleh Bang Udin merupakan keberkahan untukku, karena sepertinya Bang Udin orang yang baik. Semoga saja harapanku menjadi kenyataan. Aku selalu melihat Bang Udin didatangi banyak orang, entah apa pekerjaannya. Masa bodoh, lah. Yang penting dari sejak aku datang, aku selalu makan enak. Aku sebenarnya heran dengan penampakan diriku sebagai ayam ganteng saat ini. Aku mengingat dengan jelas sebelum dibeli Bang Udin, bulu-buluku berwarna merah kehitaman. Pola berwarna kuning ada di bagian punggungku, bulu hitam di bagian dada. Tapi setelah bang Udin memberiku ramuan yang entah apa gerangan, warna buluku berubah. Yang kuingat hanyalah aku diletakkan di dalam wadah besar yang diberi ramuan itu. Lalu bang Udin mengaduk-adukku dalam wadah tersebut dengan tangannnya, seperti mengaduk keripik yang dibumbui. Aku kini berubah dari jengger,

Action #3: Learning by Doing

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... As a Mentee Waahh, pekan keenam ini sungguh...nano-nano rasanya! Semangat saya terjun bebaaass, huhuu...sepertinya karena energi habis digunakan untuk fokus kerja di ranah publik. Hari jumat masih vidcon sampai jam setengah 8, dilanjut meeting seharian di hari sabtu. Betul-betul hanya maintenance everyday . Progress action plan lambaattt sekali karena moodnya yang tercerai berai. Oiya, saya juga baru ngeh ternyata pekan lalu ada action plan yang ketinggalan, huhuu.. Bener-bener gak sadar padahal saya buka buku catatan donggg. Alhasil pekan ini pun terseok-seok menjalaninya. Meski begitu, saya masih bersyukur sekali karena bisa rutin mencuci dan menata peralatan makan dan memasak, tanpa menumpuknya berhari-hari. Anak-anak juga mulai terbiasa dengan menata peralatan makan mereka. Apalagi Adia yang hampir setiap hari membantu saya mencuci peralatan makannya, bahkan kadang peralatan makan kami. Masya Allah. Ini progress berarti bagi saya karena pembiasaan

Action #2: Kegalauan Memilih Peralatan Masak yang Aman bagi Kesehatan

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Yasshh , memasuki pekan kelima rasanya semakin njlimet ini tantangannya, wakakakk. Bukan hanya action plan dan tugas sebagai mentor, pekan ini juga kami diminta untuk melakukan false celebration dan 360 degree evaluation . Hohoo... Pada pekan ini saya merasa kurang fokus, mungkin karena saking banyaknya yang harus dikerjakan ya (seperti yang sudah saya tulis tadi). Tapi, ternyata saya tidak sendirian karena Mbak Fina pun mengalami hal yang sama. Selain itu, saya juga mendapat curhatan serupa dari teman regional lain. Saat 360 degree evaluation , alhamdulillah saya justru mendapat banyak suntikan semangat. Pekan ini si ayah mau membantu saya untuk mencari peralatan masak. Ayah juga bertanya-tanya pada mama mertua tentang peralatan masak yang beliau gunakan. Bahkan, si ayah yang mengingat merk dan jenis bahan dasarnya. Yaaa, meskipun belum sampai tahap mensponsori peralatan masak yang saya gunakan, tapi karena hal itu saja saya bahagianya bukan kepalang

Ayahku Tertabrak dengan Kucing

"Errrgghhh, sanaa pergiii!!!" Aku teriak kesal. "Miauuw..." musuhku meledekku. "Ihhh, sana, deh ! Aku tuh gak suka sama kamu, tapi kenapa selalu suka dekat-dekat?" keluhku. Lagi-lagi ia hanya menjawab, "Miaauw..." Emosiku semakin meninggi, tapi rasanya percuma berbicara panjang lebar dengannya. Lama-lama aku bisa gila. Bicara sendiri, tapi cuma disahut dengan satu kata. Huuffphh .. Aku tidak suka kucing! Kenapa, sih, ayah bawa kucing liar ini ke rumah? Sayang banget lagi. Mending bulunya cantik, ini malah biasa saja. Setiap hari kerjaannya mengikutiku. Mengganggu saja. "Ada apa, Sayang?" tiba-tiba ayah datang menghampiriku seakan tahu kekesalanku. "Ini loh, Yah, Si Miauw ngikutin terus dari tadi. Kenapa, sih , Ayah bawa dia ke rumah?" "Hemmh, itu ternyata yang membuat kamu kesal, Sayang. Sini duduk sama Ayah. Ayah mau cerita sesuatu." Raut muka ayah mulai berubah. Aku menyandarkan kepalaku pada bahu ay

Action #1: Muliakan Diri dan Keluarga dengan Menyortir Barang

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Waahh, sudah masuk pekan keempat! Pada pekan ini kami diminta untuk check-in . Hah, apa lagi, nih? Haha, kelas Bunda Cekatan ini memang banyak kejutan. Ternyata, check-in itu seperti refleksi hubungan antara mentor dan mentee, tentang apa kami rasakan, apa yang akan kami lakukan, terlebih bagaimana kelanjutan hubungan antara mentor dan mentee. Tahapan check-in ini ternyata sangat penting untuk menjaga hubungan sehat antara mentor dan mentee. Jangan sampai hubungan tersebut justru memberikan aura negatif pada salah satu pihak. Menariknya, tahapan check-in juga bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan berumah tangga secara berkala biar kehidupan rumah tangganya sehat. Wihuuu, jadi pengen menerapkan tahapan check-in sama si Ayah, nih, hihi.. Oke, balik lagi ke kelas Bunda Cekatan, ya. Setelah melihat video dongeng Ibu Septi sebanyak tiga kali (aslii kok gak mudeng-mudeng harus ngapain, hahaa), akhirnya saya menghubungi mentor dan mentee saya untuk tahapa