Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Puasa Kepompong Pekan 1: Puasa Ngomel sama Ayah

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Wohoo, semakin terkejut-kejut saya memasuki tahap kepompong. Di tahap kepompong ini ada dua tantangan yang diberikan oleh Ibu Septi. Pertama, tantangan mingguan berupa puasa dari hal-hal yang mengganggu peta belajar kita. Jurnalnya adalah jurnal mingguan yang ditulis ketika break puasa. Kedua, tantangan 30 hari untuk menguatkan topik/aktivitas dalam peta belajar. Tantangan 30 hari ini ditulis setiap hari. Pada tantangan 30 hari, saya ingin menguatkan praktik kreasi di dapur dengan menyajikan makanan yang halal dan thayyib dalam waktu maksimal satu jam. Untuk tantangan 30 hari saya menggunakan platform FB saya, teman-teman bisa lihat di sini , ya. Untuk tantangan mingguan, saya memilih untuk menuiskannya di blog ini. Pekan pertama, saya memilih untuk puasa menahan amarah jika si Ayah sulit untuk bangun pagi. Hehe. Mungkin karena latar belakang pengasuhan yang berbeda ya antara orang tua dan mertua saya, jadi rasanya hampir setiap pagi si saya ini kesal

Gerbang menuju Kepompong

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan saya melewati dua tahapan kelas Bunda Cekatan, masya Allah. Perasaan campur aduk, antara senang, waswas, haru, penasaran, semua jadi satu. Alhamdulillah gak ada sedih sih , hehe...karena menjalani semua ini dengan happy (karena banyak kejutan keknya, haha). Meski memang terus terang belakangan ini agak harus menata semangat, entah karena jenuh atau karena memang konsentrasi terpecah. Yang pasti, setiap di akhir pengumpulan tantangan selalu ada tambahan energi, jadi bisa menyelesaikan jurnal di setiap minggunya. Tiba di penghunjung tahap Ulat-ulat ini saya tidak lagi menerka-nerka ke mana arah tujuan saya, istilahnya udah ajeg lah yaa akan jalan yang mau ditempuh (yaiyalahh, wong peta belajarnya udah revisian ke-6 kayaknya, wakakakk...keterlaluan kalau masih oleng!). Di tahap ini saya banyak belajar, bagaimana tentang pengagungan ilmu dan sumber ilmu, bagaimana menetapkan fokus pada apa yang kita butuhkan (bu

Bekal Makanan Buddy

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Alhamdulillah memasuki pekan ke-8. Ini merupakan pekan terakhir tahap Ulat-ulat. Pada pekan ini, kami para ulat diminta untuk mencari buddy. Siapakah buddy? Buddy adalah teman seperjuangan yang akan menjaga kita, memberikan kita banyak bekal sebagai persiapan memasuki tahap kepompong. Untuk mencari buddy ini, ada proses lamar-melamar. Eng...ing...eng...bingung dong yaa, mau ngelamar siapa. Sementara, saya pun gak dilamar sama orang lain, bahahaa. Strategi pencarian buddy ini yang saya pakai adalah orang yang saya rasa klop dengan saya dan tentu berasal dari keluarga yang memang belum saya dalami. Harapannya, selain dapat memberikan bekal untuknya, saya juga mendapatkan bekal yang sesuai dengan peta belajar saya. Setelah menjalani proses pencarian buddy ini, benar-benar bikin jantung deg-degan ya. Lamaran saya ditolak dua kali dan yang paling menyakitkan adalah pinangan yang telah saya terima ternyata diputus sebelah pihak. Huks!! Ya memang kalau kata A

Refleksi Makanan Tahap Ulat-ulat

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Waktu tinggal dua minggu lagi dalam tahap ulat-ulat. Pada minggu ini kami diminta untuk membongkar semua keranjang makanan yang kami punya. Mulai dari makanan utama, hadiah, maupun cemilan. Hemmh, apa saja makanan yang sudah saya lahap,Pada peta belajar saya yang baru, saya menambahkan kegiatan Social Life with Extended Famiy and Others. Maksudnya adalah dalam kegiatan sehari-hari tentu saya pun berinteraksi dengan keluarga besar dan orang lain. Setelah saya telaah lebih dalam, ternyata saya membutuhkan makanan utama tentang komunikasi , bukan manajemen waktu, meskipun tema peta belajar saya adalah "On Time di Dunia, Bahagia di Akhirat". Kenapa begitu? Karena masalah utama saya bukanlah saya tidak bisa mengelola waktu dengan baik secara pribadi, tapi lebih kepada bagaimana saya mengelola waktu pribadi saya bersama dengan keluarga agar lebih produktif. Produktif tentu saja tidak ada drama merepet panjang kali lebar ke krucil dan si Ayah saat