Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Action #3: Learning by Doing

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... As a Mentee Waahh, pekan keenam ini sungguh...nano-nano rasanya! Semangat saya terjun bebaaass, huhuu...sepertinya karena energi habis digunakan untuk fokus kerja di ranah publik. Hari jumat masih vidcon sampai jam setengah 8, dilanjut meeting seharian di hari sabtu. Betul-betul hanya maintenance everyday . Progress action plan lambaattt sekali karena moodnya yang tercerai berai. Oiya, saya juga baru ngeh ternyata pekan lalu ada action plan yang ketinggalan, huhuu.. Bener-bener gak sadar padahal saya buka buku catatan donggg. Alhasil pekan ini pun terseok-seok menjalaninya. Meski begitu, saya masih bersyukur sekali karena bisa rutin mencuci dan menata peralatan makan dan memasak, tanpa menumpuknya berhari-hari. Anak-anak juga mulai terbiasa dengan menata peralatan makan mereka. Apalagi Adia yang hampir setiap hari membantu saya mencuci peralatan makannya, bahkan kadang peralatan makan kami. Masya Allah. Ini progress berarti bagi saya karena pembiasaan

Action #2: Kegalauan Memilih Peralatan Masak yang Aman bagi Kesehatan

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Yasshh , memasuki pekan kelima rasanya semakin njlimet ini tantangannya, wakakakk. Bukan hanya action plan dan tugas sebagai mentor, pekan ini juga kami diminta untuk melakukan false celebration dan 360 degree evaluation . Hohoo... Pada pekan ini saya merasa kurang fokus, mungkin karena saking banyaknya yang harus dikerjakan ya (seperti yang sudah saya tulis tadi). Tapi, ternyata saya tidak sendirian karena Mbak Fina pun mengalami hal yang sama. Selain itu, saya juga mendapat curhatan serupa dari teman regional lain. Saat 360 degree evaluation , alhamdulillah saya justru mendapat banyak suntikan semangat. Pekan ini si ayah mau membantu saya untuk mencari peralatan masak. Ayah juga bertanya-tanya pada mama mertua tentang peralatan masak yang beliau gunakan. Bahkan, si ayah yang mengingat merk dan jenis bahan dasarnya. Yaaa, meskipun belum sampai tahap mensponsori peralatan masak yang saya gunakan, tapi karena hal itu saja saya bahagianya bukan kepalang

Ayahku Tertabrak dengan Kucing

"Errrgghhh, sanaa pergiii!!!" Aku teriak kesal. "Miauuw..." musuhku meledekku. "Ihhh, sana, deh ! Aku tuh gak suka sama kamu, tapi kenapa selalu suka dekat-dekat?" keluhku. Lagi-lagi ia hanya menjawab, "Miaauw..." Emosiku semakin meninggi, tapi rasanya percuma berbicara panjang lebar dengannya. Lama-lama aku bisa gila. Bicara sendiri, tapi cuma disahut dengan satu kata. Huuffphh .. Aku tidak suka kucing! Kenapa, sih, ayah bawa kucing liar ini ke rumah? Sayang banget lagi. Mending bulunya cantik, ini malah biasa saja. Setiap hari kerjaannya mengikutiku. Mengganggu saja. "Ada apa, Sayang?" tiba-tiba ayah datang menghampiriku seakan tahu kekesalanku. "Ini loh, Yah, Si Miauw ngikutin terus dari tadi. Kenapa, sih , Ayah bawa dia ke rumah?" "Hemmh, itu ternyata yang membuat kamu kesal, Sayang. Sini duduk sama Ayah. Ayah mau cerita sesuatu." Raut muka ayah mulai berubah. Aku menyandarkan kepalaku pada bahu ay

Action #1: Muliakan Diri dan Keluarga dengan Menyortir Barang

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Waahh, sudah masuk pekan keempat! Pada pekan ini kami diminta untuk check-in . Hah, apa lagi, nih? Haha, kelas Bunda Cekatan ini memang banyak kejutan. Ternyata, check-in itu seperti refleksi hubungan antara mentor dan mentee, tentang apa kami rasakan, apa yang akan kami lakukan, terlebih bagaimana kelanjutan hubungan antara mentor dan mentee. Tahapan check-in ini ternyata sangat penting untuk menjaga hubungan sehat antara mentor dan mentee. Jangan sampai hubungan tersebut justru memberikan aura negatif pada salah satu pihak. Menariknya, tahapan check-in juga bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan berumah tangga secara berkala biar kehidupan rumah tangganya sehat. Wihuuu, jadi pengen menerapkan tahapan check-in sama si Ayah, nih, hihi.. Oke, balik lagi ke kelas Bunda Cekatan, ya. Setelah melihat video dongeng Ibu Septi sebanyak tiga kali (aslii kok gak mudeng-mudeng harus ngapain, hahaa), akhirnya saya menghubungi mentor dan mentee saya untuk tahapa

Action Plan Tahap Kupu-kupu

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Apa kabaarr? Hihii, libur ramadhan jadi libur nulis di blog juga yaa. Eh ada deh satu tentang zakat mal (postingan sebelum ini). Semakin menantang ini tiap minggunya di tahap kupu-kupu, hoho. As a Mentee Pada minggu ini kami, kupu-kupu muda, diminta untuk menetapkan goals sesuai dengan peta belajar. Hemmh, melirik peta belajar lagi, ternyata alhamdulillah sudah banyak juga yang dipelajari pada kelas Bunda Cekatan ini. Setelah melihat peta belajar, setidaknya ada empat yang yang masih perlu saya dalami. Saya akhirnya mencoba menemukan strong why mengapa saya urgent untuk mendalami hal tersebut *monmaap itu warnanya berantakan karena diintervensi krucils Berbenah mempunyai dampak yang luas bagi keluarga, apalagi di masa pandemi covid-19 ini, ya. Padahal si Bunda udah mulai aktif di kantor lagi, nih. Semakin seuprit waktu buat berbenah yaa, akhirnya si Bunda putuskan untuk membuat skala prioritas berbenah area mana yang akan dilatih keterampilannya p