Postingan

Maaf, Saya Tidak Mau Terima..

Beberapa menit lalu saya dipanggil oleh salah seorang partner kerja saya yang biasanya mengurusi masalah keuangan, dengan cengengesan nada bercanda saya bilang, "Manggil-manggil ngapain, mas? Mau bagi-bagi duit ya? Hehe..". Dan sesampainya saya di mejanya, saya disodorkan form tanda terima dan satu buah amplop polos tebal, "Ini dari ZU, terima aja ya. Terserah uangnya mau kamu apain." ZU adalah salah satu bos besar di kantor saya. Saya langsung tanya, "Uang apa ini, mas?", jawabnya "Uang SHU." Yaa, saya tahu jelas maksudnya. Masya Allah, seketika itu mood saya langsung berubah drastis. SHU, usaha apa yang selama ini saya jalankan? Bagian mana dari pekerjaan saya yang mendatangkan keuntungan? Saya sudah berusaha menjalankan pekerjaan saya dengan baik dan saya juga sudah terima honor dari pekerjaan itu, dan itu CUKUP. Lantas SHU dari mana? Apakah dari pemotongan perjalanan dinas luar negeri setelah dilakukan cover tiket? Masya Allah, saya salah ...

saat impian menjadi nyata..

Gambar
Saya ingat ketika itu hari selasa sore, satu pesan singkat dari negeri sakura menyapa ponsel saya, dari Nur, salah satu sahabat terbaik saya, “ Ag, ini nur. Mau minta tolong, boleh? ” kira-kira begitu bunyinya. Saya kaget, untuk apa mahasiswa shalehah pascasarjana ini minta bantuan saya? Gaun pernikahan. Ya, saya diminta mendesain gaun pernikahannya. Woooww , antara senang dan bingung, hehe . Dulu saya memang pernah mendesain gaun pernikahan sewaktu kuliah, rencananya memang iseng mendesain gaun pengantin saya untuk suatu hari nanti, itupun hanya di sehelai kertas dan entah kemana. Saya juga senang melihat-lihat majalah wanita muslimah, apalagi tentang pernikahan karena gaun-gaunnya cantik-cantik. Selebihnya, saya hanya mendesain beberapa gaun pesta saya. Tapi, ini juga belum kuat disebut sebagai pengalaman ya, ditambah lagi saya tidak pandai menggambar, hehe .. Dan dahsyatnya lagi permintaan ini adalah..pernikahannya akan berlangsung sekitar dua bu...

Life is just a test..

Looking up at the sky, searching for Allah most High He rejected the way of worshipping gods of clay Prophet Ibrahim knew that Allah was near And that the heart of a Muslim is sincere Under the hot burning sun, he declared God is One Though with stones on his chest, His iman would not rest The Mu'adhin knew that right would conquer wrong And the heart of a Muslim must be strong It's the heart of a Muslim through the guidance of Islam That makes you fair and kind and helpful to your fellow man So living as a Muslim means that you must play a part Allah looks not at how you look but what is in your heart In our poor meager state, little food on our plate Mother said she was glad always sharing what we had When I asked how can we share what's not enough? She said the heart of a Muslim's filled with love He said it's time you should know you will learn as you grow That some people around will do what's bad to bring you down Father said to be a star that's sh...

Saya Tidak Suka Si Perampas!

http://www.detikhealth.com/read/2010/12/30/163822/1536216/763/tika-gadis-manis-yang-meninggal-karena-jadi-perokok-pasif?881104755 Saya terinspirasi membuat tulisan ini setelah membaca link di atas yang di share oleh salah satu teman dunia maya saya pada halaman mukanya. Ironis memang. Meski kematian merupakan hak prerogatifNya, tapi..bukankah kita bisa memilih dengan cara apa kita akan menghadapNya? Dan dalam hal ini, saya selalu merasa bahwa mereka (a.k.a si perokok) telah merampas hak orang-orang di sekitarnya untuk menghirup udara sehat. Well , mungkin agak sarkas, tapi saya rasa itu julukan tepat, si perokok adalah si perampas, sadar ataupun tidak. Kadang saya ngedumel sendiri dalam hati, harusnya kalian membungkus muka kalian dalam plastik ketika sedang merokok, hingga asap yang kalian buat itu hanya dapat dihirup oleh kalian saja! Hehe, saya memang agak sarkas kalau menghadapi hal yang saya tidak suka. Kadang juga saya berpura-pura batuk, membuka lebar-lebar kaca jendela a...

kuyakin..malaikatpun cemburu padamu!

ini kali kedua kau muncul di hadapanku, sayang tapi tetap saja hati ini terasa sakit karena rindu yang terus tertahan.. maka, seperti biasa.. kuputuskan untuk memandangmu lekat, memandang senyuman itu, memandang kebahagiaan itu, hingga tak lagi kusadari bahwa muka wajahku sudah basah karenamu sayang, aku sudah mencarimu lama dan tidak kutemukan saat beberapa bulan lalu aku menemukanmu, saat itu pula hatiku berbunga-bunga, tak lagi kelabu tapi..mungkin kau bimbang, tak apa bagiku.. ya, terlalu banyak kenangan yang (mungkin) menyakitkan untukmu atas masa lalu kita, atas masa lalu yang karenanya kau harus tinggal di rumah terasing atas masa lalu yang karenanya kau mendapati banyak kesulitan dalam usia remajamu atas masa lalu yang dengannya kau memberanikan diri untuk sekedar bicara 'kangen' dari seberang sana, dengan suara gemetarmu--yang masih terekam jelas dalam memoriku atas masa lalu yang membuatku menangis pertama kali dalam shalatku dan tersungkur sujud mengucap syukur t...

AGRIS = Anak Gadis amiR dan lilIS

Barusan tadi papa menelpon, ayah saya. Lucu, biasanya jarang seperti ini. Emmh, kami bicara banyak. Papa tanya tentang keadaan saya: sedang mengerjakan apa, bagaimana les bahasa saya, bagaimana studi saya. Dan saya kaget mendengarnya. "Lagi di kantor laah, paa!" "Iya, papa tahu, cuma..sedang apa, sayang ?" Hehe, saya merasa gugup ditanyai begini, dan saya jawab, "Sedang di depan komputer" "Les nya bagaimana?" duuh, papaa..kan kita setiap minggu bertemu, celetuk saya dalam hati. "Hehe..kan udah kenaikan, pa. Tapi kemarin gak ikut ujian karena pas diklat. Jadi, mengulang deh. Emmh, banyak yang gak ngerti juga sih.." dan, beliau tertawa mendengar jawaban saya "Kuliahnya bagaimana? Masih kan?" duuh, papaa...lucu sekali.. "Iya, masiih, pa. Sore ini kuliah, insya Allah" "Ujiannya kapan?" "Hehe, udah, pa. Tapi ag kan gak ikut juga, karena kemarin sakit mata" papa tertawa lebih kencang ...

Surat dari Ibu

Kemarin saya sudah membuat sedikit tulisan tentang mama, tapi..karena saya harus menghadiri acara di luar kantor, tulisan tersebut terpaksa saya simpan dahulu. Pagi ini saya membaca satu email, sebenarnya sudah sampai di hp saya sejak semalam, tapi rasanya kurang luas membacanya dari layar hp. Saya putuskan ke kantor lebih awal, khusus membaca ini, surat dari ibu.. ======================== Nanda yang kusayangi di bumi Allah ta'ala Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta'ala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Sholawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amin.........   Wahai anakku, Surat ini datang dari ibumu yang selalu dirundung sengsara.....Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap itu pula gores tulisan terhalangi oleh tangis, dan setiap kali...