Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ibu Profesional

Launching: bangunpagiyuk.id

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim ... Wohoo, dua pekan ini sudah semakin padat merayap agenda anggota tim. Tapi lagi-lagi, masih ada aja permasalahan terkait komunikasi yang kurang efektif meski sudah dibuat golden rules. Akhirnya, dengan berat hati, saya harus mengeluarkan satu orang karena tidak aktif berdiskusi lebih dari dua minggu. Huhuu, sediih banget, tapi harus konsisten. Anggota tim semakin sedikit, tapi insya Allah tidak menyurutkan semangat kami. Teman-teman lainnya justru saling menyemangati satu dengan yang lainnya, huhuu terharuu... Di dua pekan ini, kami diminta untuk membuat rumah dan kendaraan virtual. Rumah virtual berupa website dan kendaraan virtual berupa Instagram atau FP Facebook. Setelah membuat platform tersebut, kami diminta mulai kampanye gerakan maupun program-programnya. Woow, akselerasi banget ini, padahal rencananya kami hanya membuat konsep platform instagram di milestone 1 (dalam waktu tiga bulan kedepan) dan baru akan posting di medsos pada bulan ke-7. Setela...

Understanding Our Problem: Kebiasaan Bangun Siang pada Anak-anak

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... Pekan ini minggu yang sibuukkk, hahaa. Pada pekan ini kami diminta untuk menyelami masalah kembali. Eh, kok, gak selesai-selesai ngulik masalahnya? Ternyata oh ternyata, baru banget kerasa jelas ini apa aja akar masalahnya setelah melakukan metode starbursting .  Starbursting adalah suatu teknik menyelami masalah dengan cara mengumpulkan berbagai pertanyaan 5W1H (WHAT, WHO, WHEN, WHERE, WHY, dan HOW). Setiap komponen 5W1H terdiri dari minimal tiga pertanyaan. Khusus WHY, setiap pertanyaan akan memiliki lima pertanyaan turunan. Kenapa menyelesaikan masalah dengan pertanyaan? Karena kata Bu Septi, dengan bertanya ... daya kreativitas dan imajinasi kita semakin berkembang. Selain itu, orang yang bertanya juga sebenarnya sudah dipastikan dapat menjawab pertanyaan tersebut. Terus terang, pekan ini saya agak jungkir balik membangun semangat tim dan saya sendiri. Dua orang di tim saya mengundurkan diri karena harus merawat keluarga yang terpapar covid-19 da...

Tim Semangat Bangun Pagi

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... Wihuu, pekan ke berapa, ya, ini? Hahaa, yang jelas sekarang saya mau bahas materi ke-2, yaitu tentang membangun tim. Setelah pekan sebelumnya kami diminta untuk menetapkan problem statement, barulah di pekan ini kami diminta untuk membangun tim yang solid untuk menyelesaikan permasalahan yang kami angkat. Oke, semangatlah ya si Bunda untuk bikin tim ini. Oleh karena permasalahan yang saya angkat adalah permasalahan keluarga berupa kebiasaan bangun siang anggota keluarga, jadi kebayang anggota timnya adalah krucils dan juga si Ayah. Wah, bakal seru, nih! Sudah terbayang kira-kira mau bikin action plan apa agar krucils bisa tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi. Untuk mengawali semangat itu, akhirnya si Bunda membuka pembicaraan sehabis subuh. Wah, Askana senang banget malah, tapiii ... ternyata si Ayah menolak mentah-mentah untuk terlibat. Jeng ... jeng, bak kesamber gledek yakk. Loh, kan ... ini buat melatih anak-anak, kenapa gak mau terlibat?   Da...

Buddy Review: Manajemen Waktu

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... Pekan kedua di Kelas Bunda Salihah, kami diminta untuk melakukan reviu jurnal ibu pembaharu lainnya. Saya ternyata dipasangkan oleh Teh Nur Hafizoh dari regional Sungai Penuh Kerinci, Jambi. Wahh, enggak nyangka, ternyata Teh Nur juga lahir dan besar di Bogor, dekat malah rumahnya dengan rumah Mama di Bogor, masya Allah... Saya amazed banget waktu tahu ternyata ini pertama kalinya Teh Nur membuat postingan di blog dengan bantuan suami dan anaknya, masya Allah ... kompak, ya! Membaca permasalahan yang diangkat Teh Nur dalam jurnalnya (lihat di sini ), saya merasa ini hal yang banyak dirasakan oleh sebagian besar ibu yang bekerja di ranah publik, termasuk saya. Akan tetapi, saat ini saya sudah bisa memprioritaskan aktivitas, jadi manajemen waktu ini tidak lagi menjadi masalah besar bagi saya.  Permasalahan manajemen waktu tentu akan menguras tenaga dan pikiran si ibu. Masalah pekerjaan  di ranah domestik  yang belum selesai, ditambah lagi tan...

Saatnya Terbang Mengudara, Wahai Kupu-kupu!

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... Duuh, nano-nano rasanya menulis ini. Ternyata saya sampai juga di garis finish untuk terbang sebagai kupu-kupu. Masya Allah, Allah yang telah memudahkan saya untuk berproses. Semua ini sungguh tidak luput dari kuasaNya. Kelas Bunda Cekatan merupakan kelas yang saya tunggu sejak lama. Sempat khawatir tidak kebagian slot karena lulusan Bunda Sayang semakin banyak, tapi alhamdulillah Allah memberikan nikmat yang tak terkira. Belajar kembali mengenal diri sendiri. Mengenal apa artinya kata "BAHAGIA". Masya Allah, saya bagai menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang seringkali saya lontarkan dalam batin saya. Awalnya, di kelas ini merasa bingung. Gak ngerti apa sebenarnya yang dikerjakan di tahap telur-telur . Apa sebenarnya esensi dari tantangan setiap minggunya? Tapi saya hanya ingat satu hal, "Bersabarlah dalam menuntut ilmu." Jadi, meskipun saya masih meraba-raba tapi saya selalu berusaha menyelesaikan setiap tantangan ya...

Action #4: Straight Ahead

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Wihuuu, pekan ke-7! Campuk aduk banget ini rasanya. Antara senang karena masih semangat di program mentorship meski jatuh bangun dan sedih karena sebentar lagi program ini berakhir. Pekan ini saya fokus untuk mengejar ketertinggalan action plan saya pada pekan yang lalu. Alhamdulillah, Allah kasih semangat lagi untuk terus maju. Kali ini, Ibu Septi meminta kami untuk merayakan kemajuan. Mentor menilai kemajuan mentee dan mentee menilai kemajuan mentor. Hoho, deg-degan. As a Mentee Pada pekan ini, saya melanjutkan untuk menyortir dan merapikan bumbu masakan. Hoho, banyak yang expired ternyata. Saya juga menata isi kulkas. Satu lagi yang saya lakukan di pekan ini adalah merapikan laci penyimpanan makanan anak-anak. Memang seharusnya keseluruhan action plan itu sudah selesai pekan lalu. Tapi seperti yang sudah saya jelaskan pada postingan sebelumnya, pekan ini saya memutuskan untuk mengejar semua ketertinggalan itu. Untuk pembiasaan mencuci, saya be...

Rahasia Charlie

Gambar
Sudah sepekan aku tinggal di rumah baru ini. Bang Udin memanggilku dengan Charlie. Ah, Charlie, nama yang mencerminkan kegantenganku. Jujur saja, dibeli oleh Bang Udin merupakan keberkahan untukku, karena sepertinya Bang Udin orang yang baik. Semoga saja harapanku menjadi kenyataan. Aku selalu melihat Bang Udin didatangi banyak orang, entah apa pekerjaannya. Masa bodoh, lah. Yang penting dari sejak aku datang, aku selalu makan enak. Aku sebenarnya heran dengan penampakan diriku sebagai ayam ganteng saat ini. Aku mengingat dengan jelas sebelum dibeli Bang Udin, bulu-buluku berwarna merah kehitaman. Pola berwarna kuning ada di bagian punggungku, bulu hitam di bagian dada. Tapi setelah bang Udin memberiku ramuan yang entah apa gerangan, warna buluku berubah. Yang kuingat hanyalah aku diletakkan di dalam wadah besar yang diberi ramuan itu. Lalu bang Udin mengaduk-adukku dalam wadah tersebut dengan tangannnya, seperti mengaduk keripik yang dibumbui. Aku kini berubah dari jengger,...

Action #3: Learning by Doing

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... As a Mentee Waahh, pekan keenam ini sungguh...nano-nano rasanya! Semangat saya terjun bebaaass, huhuu...sepertinya karena energi habis digunakan untuk fokus kerja di ranah publik. Hari jumat masih vidcon sampai jam setengah 8, dilanjut meeting seharian di hari sabtu. Betul-betul hanya maintenance everyday . Progress action plan lambaattt sekali karena moodnya yang tercerai berai. Oiya, saya juga baru ngeh ternyata pekan lalu ada action plan yang ketinggalan, huhuu.. Bener-bener gak sadar padahal saya buka buku catatan donggg. Alhasil pekan ini pun terseok-seok menjalaninya. Meski begitu, saya masih bersyukur sekali karena bisa rutin mencuci dan menata peralatan makan dan memasak, tanpa menumpuknya berhari-hari. Anak-anak juga mulai terbiasa dengan menata peralatan makan mereka. Apalagi Adia yang hampir setiap hari membantu saya mencuci peralatan makannya, bahkan kadang peralatan makan kami. Masya Allah. Ini progress berarti bagi saya karena pembiasaan...

Action #2: Kegalauan Memilih Peralatan Masak yang Aman bagi Kesehatan

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Yasshh , memasuki pekan kelima rasanya semakin njlimet ini tantangannya, wakakakk. Bukan hanya action plan dan tugas sebagai mentor, pekan ini juga kami diminta untuk melakukan false celebration dan 360 degree evaluation . Hohoo... Pada pekan ini saya merasa kurang fokus, mungkin karena saking banyaknya yang harus dikerjakan ya (seperti yang sudah saya tulis tadi). Tapi, ternyata saya tidak sendirian karena Mbak Fina pun mengalami hal yang sama. Selain itu, saya juga mendapat curhatan serupa dari teman regional lain. Saat 360 degree evaluation , alhamdulillah saya justru mendapat banyak suntikan semangat. Pekan ini si ayah mau membantu saya untuk mencari peralatan masak. Ayah juga bertanya-tanya pada mama mertua tentang peralatan masak yang beliau gunakan. Bahkan, si ayah yang mengingat merk dan jenis bahan dasarnya. Yaaa, meskipun belum sampai tahap mensponsori peralatan masak yang saya gunakan, tapi karena hal itu saja saya bahagianya bukan kepalang...

Ayahku Tertabrak dengan Kucing

"Errrgghhh, sanaa pergiii!!!" Aku teriak kesal. "Miauuw..." musuhku meledekku. "Ihhh, sana, deh ! Aku tuh gak suka sama kamu, tapi kenapa selalu suka dekat-dekat?" keluhku. Lagi-lagi ia hanya menjawab, "Miaauw..." Emosiku semakin meninggi, tapi rasanya percuma berbicara panjang lebar dengannya. Lama-lama aku bisa gila. Bicara sendiri, tapi cuma disahut dengan satu kata. Huuffphh .. Aku tidak suka kucing! Kenapa, sih, ayah bawa kucing liar ini ke rumah? Sayang banget lagi. Mending bulunya cantik, ini malah biasa saja. Setiap hari kerjaannya mengikutiku. Mengganggu saja. "Ada apa, Sayang?" tiba-tiba ayah datang menghampiriku seakan tahu kekesalanku. "Ini loh, Yah, Si Miauw ngikutin terus dari tadi. Kenapa, sih , Ayah bawa dia ke rumah?" "Hemmh, itu ternyata yang membuat kamu kesal, Sayang. Sini duduk sama Ayah. Ayah mau cerita sesuatu." Raut muka ayah mulai berubah. Aku menyandarkan kepalaku pada bahu ay...

Action #1: Muliakan Diri dan Keluarga dengan Menyortir Barang

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Waahh, sudah masuk pekan keempat! Pada pekan ini kami diminta untuk check-in . Hah, apa lagi, nih? Haha, kelas Bunda Cekatan ini memang banyak kejutan. Ternyata, check-in itu seperti refleksi hubungan antara mentor dan mentee, tentang apa kami rasakan, apa yang akan kami lakukan, terlebih bagaimana kelanjutan hubungan antara mentor dan mentee. Tahapan check-in ini ternyata sangat penting untuk menjaga hubungan sehat antara mentor dan mentee. Jangan sampai hubungan tersebut justru memberikan aura negatif pada salah satu pihak. Menariknya, tahapan check-in juga bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan berumah tangga secara berkala biar kehidupan rumah tangganya sehat. Wihuuu, jadi pengen menerapkan tahapan check-in sama si Ayah, nih, hihi.. Oke, balik lagi ke kelas Bunda Cekatan, ya. Setelah melihat video dongeng Ibu Septi sebanyak tiga kali (aslii kok gak mudeng-mudeng harus ngapain, hahaa), akhirnya saya menghubungi mentor dan mentee saya untuk tahapa...

Action Plan Tahap Kupu-kupu

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Apa kabaarr? Hihii, libur ramadhan jadi libur nulis di blog juga yaa. Eh ada deh satu tentang zakat mal (postingan sebelum ini). Semakin menantang ini tiap minggunya di tahap kupu-kupu, hoho. As a Mentee Pada minggu ini kami, kupu-kupu muda, diminta untuk menetapkan goals sesuai dengan peta belajar. Hemmh, melirik peta belajar lagi, ternyata alhamdulillah sudah banyak juga yang dipelajari pada kelas Bunda Cekatan ini. Setelah melihat peta belajar, setidaknya ada empat yang yang masih perlu saya dalami. Saya akhirnya mencoba menemukan strong why mengapa saya urgent untuk mendalami hal tersebut *monmaap itu warnanya berantakan karena diintervensi krucils Berbenah mempunyai dampak yang luas bagi keluarga, apalagi di masa pandemi covid-19 ini, ya. Padahal si Bunda udah mulai aktif di kantor lagi, nih. Semakin seuprit waktu buat berbenah yaa, akhirnya si Bunda putuskan untuk membuat skala prioritas berbenah area mana yang akan dilatih keterampilannya p...

Asses Our Skills: Pertemuan Saudara Ideologis

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Pekan kedua ini seru! Karena mentor dan mentee saling bertemu. Bukan hanya chit-chat ya, tapi temu muka via online. Bagi saya ini membahagiakan. Rasanya seperti bertemu kawan lama, meski ada juga yang belum pernah bertemu sama sekali, loh. Istilah saudara ideologis mungkin tepat bagi kami, hehe. Sebelum tatap muka secara online, kami diminta untuk menilai kemampuan kami masing-masing, baik sebagai mentor ataupun sebagai mentee. As a Mentee Pada pekan ini, Mbak Fina memberikan beberapa pertanyaan untuk menganalisa kemampuan saya dalam berbenah. Beberapa pertanyaan yang diajukan Mbak Fina sebagai berikut: 1. Hal negatif yang saya rasakan ketika rumah tidak rapi; 2. Faktor apa yang membuat kerapian sulit dipertahankan; 3. Faktor yang mendukung kerapian dapat bertahan lama; 4. Goals spesifik saya dapat mentorship ini; 5. Target area/jenis barang yang akan dirapikan dalam periode mentorship ini; 6. Alasan saya memilih Mbak Fina sebagai mentor; 7. Se...