Postingan

Menampilkan postingan dengan label IIP

Kecerdasan Finansial bagi Balita

Gambar
Cerdas finansial tidak hanya melulu tentang mengelola uang, tapi lebih lagi. Bagi anak usia di bawah lima tahun memang belum banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengasah kecerdasan finansialnya, namun di saat inilah pengenalan konsep tentang cerdas finansial perlu ditanamkan. Pembelajaran konsep kecerdasan finansial yang dapat dilakukan meliputi pengenalan konsep rezeki (yang tidak hanya berupa harta) dan berbagi, permainan peran ( role play ), pemahaman akan kebutuhan, serta lainnya. Kecerdasan finansial ini juga menuntut kreativitas orangtua dalam memberikan teladan bagi anak-anak untuk mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki. #kuliahbunsayiip #aliranrasa #level8 #rejekiitupastikemuliaanharusdicari #cerdasfinansial

Mahal itu Bagus?

Hari Sabtu ini kami menonton acara di Trans TV tentang pembuatan cake foundan 4 dimensi berbagai bentuk dan ukuran. Baguuuss banget deh hasilnya, saya dan Askana sampai ter-wow-wow, hehe. Belakangan, di akhir acara baru diberitahu bahwa pemesanan cake foundan ini butuh waktu H-1 minggu acara dengan biaya sebesar Rp 600 ribu sampai dengan Rp 3 juta. Wow, mahaal yesss! 😂 Mendengar hal itu saya spontan berdesis, "Wah, mahal!" Askana langsung menimpali, "Bunda, kita beli kuenya, yuk! Kan mahal itu berarti bagus untuk tubuh kita ya, Bundaaa?!!" Whaaatt?? Hahaa, salah persepsi nihh 😅 "Ahahaa, mahal bukan berarti bagus untuk kita, sayang.." jawab saya meluruskan. Askana nyengir lebar mendengar jawaban saya 😀 #kuliahbunsayiip #tantangan10hari #level8 #rejekiitupastikemuliaanharusdicari #cerdasfinansial

Sesuatu, uh..lalaa..

"Bundaa, Bunda bawa sesuatu gak buat kakak kana?" saya terperangah mendengar pertanyaannya. Sudah cukup lama kalimat itu tidak saya dengar, tapi sore ini saya mendengarnya lagi. Pasti efek dua hari berturut-turut kemarin saya memberinya hadiah ultah. Flashback sedikit. Dulu, hampir setiap hari saat menjemput Askana, saya selalu berkata, "Askana, Bunda bawa sesuatu loh!" Lalu saya mengeluarkan benda apapun dari tas saya. Saya terlena melihat ekspresi wajahnya saat mendapat 'sesuatu'' dari saya. Namun, itu justru yang menjadi boomerang bagi saya. Askana menjadi 'addicted' akan sesuatu, ia selalu bertanya hal yang sama saat saya menjemputnya, dan akan merengek ketika saya tidak membawakan apa-apa. Akhirnya, saya mencoba hal lain untuk 'mengobati'nya. Saya sengaja tidak selalu memberikan sesuatu yang baru dan membiarkannya menangis merasakan rasa kecewanya, yang tak lupa saya selipkan berbagai penjelasan tentang hal tersebut. Di tas saya juga...

Siapa Mau Beli?

Salah satu permainan yang sangat Askana suka adalah role play. Kali ini Askana memilih bermain peran sebagai penjual makanan. Ia menjadikan drum sebagai alas menjajakan makanan kelilingnya, menaruh beberapa item makanan di atasnya sambil berteriak, "Siapa mau beli..siapa mau beli..?" Saya kemudian memilih satu makanan dan membayarnya. Askana senang sekalii dan ia kembali menjajakan makanan mengitari kamar. Adia turut serta mengekor di belakangnya, hehe.. 😘 #kuliahbunsayiip #tantangan10hari #level8 #rejekiitupastikemuliaanharusdicari #cerdasfinansial

Tagihan Hadiah Ultah

"Bunda, kakak Kana belum dikasih hadiah ulang tahun sama Bunda.." lirihnya. Saya kaget mendengar kalimat itu. Terus terang, saya memang lupa sudah membelikan hadiah ulang tahun untuknya atau belum, tapii seingat saya..saya sudah membelikannya sepaket buku Confidence in Science yang saya berikan lebih cepat beberapa bulan dari tanggal kelahirannya. Memang hari ulang tahunnya bertepatan saat kami melaksanakan umrah kemarin, sehingga kami tidak berada di sisinya. Ayahnya membelikan Askana lego sebagai hadiah ulang tahun sebelum kami berangkat umrah, mungkin memori itu yang diingat Askana: hanya ayahnya yang memberinya hadiah ultah 😔 "Ohh belum ya, kak? Maaf ya..tapi seingat Bunda, Bunda sudah belikan kakak hadiah.." jawab saya. Baiklaahh, saya punya ide! Biar bagaimanapun si Bunda ini harus pintar dong yaa, hihii.. Saya memang sudah membeli buku pop-up Human Body karya Thompson, Hawkins, dan Harris dari Templar Publishing yang sudah saya incar sejak lama....

Naik Kereta Api, Tut..Tut..Tuutt..

Hari sabtu lalu saya dan Askana berencana menjemput Adia yg sedang 'berlibur'' di Bogor. Saat itu Askana mengajukan usul pada saya, "Bundaa, kita ke Bogor jemput adek pakai taksi aja yuuk! Nanti gak usah nginep di rumah Nini, Bunda, kita pulang bertiga sama adek naik taksi.." 😱 Momen AHA! inii, si Sulung sudah pandai mengutarakan idenya, tapii..tapii.. "Kak, kita ke Bogornya naik kereta aja, yuk! Nanti kita nginep semalam di rumah Nini, hari Minggu kita pulang tunggu ayah jemput. Kalau naik taksi mahal, Kak.." saya memberikan usulan lain. Sekali perjalanan Jakarta-Bogor menggunakan taksi itu menghabiskan sekitar 300 ribu rupiah, lumayaann bangett kaann yaa, hahaa.. Mendengar usulan saya itu Askana justru sangat antusias menunggu hari esok tiba. Esok harinya, kamipun menuju Bogor dengan kereta commuter line, naik dari stasiun Palmerah. Kami turun dahulu di stasiun Tanah Abang untuk pindah kereta menuju Bogor. Sayangnya memang AC di gerbong ke...

Sharing is Wonderful

Askana suka sekali dengan strawberry. Ia bisa menghabiskan 10-15 buah strawberry untuk sekali makan. Hari itu saya membawakan sekotak strawberry sebagai bekalnya di sekolah, tidak banyak..hanya berkisar tidak lebih dari 10 buah. Siang hari saya mendapat pesan dari gurunya, Ms. Endang, yang menanyakan apakah strawberry yang dibawa Askana boleh untuk sharing atau tidak. Rupanya Askana ingin sharing dengan teman-temannya. Saat saya menjemputnya sepulang sekolah, Askana berbisik meminta izin pada saya untuk memberikan strawberry itu kepada teman-temannya. Saya tentu saja memperbolehkan hal itu. Teman-temannya sangat senang sekali. Saat dalam perjalanan pulang saya bertanya pada Askana, "Kak, ko kakak mau sharing strawberrynya ke teman-teman kakak? Kan cuma sedikit." tanya saya penasaran. "Iyaa, Bundaa..sharing itu kan baik. Strawberry juga baik untuk tubuh biar teman-teman kakak sehat.." jawabnya. Masya Allah, tabarakallah, nak..semoga fitrah ini terus terjaga dalam di...

Berkeliling Kota Naik Bis Tingkat

Libur Tahun Baru Hijriah lalu kami manfaatkan untuk mengajak Askana pergi bersama saat Adia sedang berlibur di Bogor. Bertiga. Bisa dibilang inilah saatnya kami memberi semangat padanya karena ia begitu banyak mengalah kepada adiknya. Ia telah dengan sabar berbagi kami dan banyak hal lainnya. Jembatan pensil, saya mengusulkan ide menonton film itu di PIM kepada suami. Harga tiket nonton 75 ribu/orang. Namun, suami sepertinya kurang tertarik. Ia kemudian memberi ide untuk pergi ke seaworld. Kali ini saya yang giliran keberatan karena kalau ke seaworld sebaiknya mengajak Adia turut serta. Saya kemudian memberikan ide untuk mengunjungi Jakarta Aquarium di Central Park. Namun lagi-lagi suami kurang tertarik mengingat tiketnya yang lumayan mahal untuk ukuran akhir bulan. Kemudian, suami berpikir kembali dan akhirnya diputuskan untuk mengajak Askana berkeliling naik bis tingkat. Rute yang kami pilih adalah wisata sejarah dengan tujuan akhir perjalanan di Kota Tua. Anak senang, ayahnya pun h...

Air Minum Princess

Saya cukup kagum dengan marketingnya AQUA, salah satu produsen air mineral kemasan. Berkat inisiatif Aqua yang memproduksi air mineral kemasan dengan desain princess, saya yakin banyaakk sekali ibu ataupun anak-anak yang akhirnya membeli air mineral itu, termasuk juga Askana. Ia menjadi sangat mudah untuk menghabiskan air minum sesuai dengan kebutuhannya, hal ini tentu sangat membantu saya. Namun, belakangan saya juga menyadari bahwaa cost yang dihabiskan untuk air mineral saja cukup besar, hahaa.. 😅 Maka, mulailah si Bunda ini bernegosiasi saat si Sulung merengek, "Ko Bunda belikan minumnya yang ini?? Kakak Kana kan sukanya yang princess, Bunda!!" "Iyaa, Kak..yg princess ataupun yang ini isinya sama, Kak. Air minum. Jadi kakak mau minum atau nggak? Kalau nggak, ya udah gak usah minum.." kata saya saat itu. Askana kecewa. Ia memilih bertahan untuk tidak minum. Tak seberapa lama kemudian, rasa hausnya mengalahkan egonya, hihii.. Lain kali si Bunda bisa l...

Keinginan vs Kebutuhan

Saat dalam perjalanan pulang, saya biasanya bermain permainan sederhana bersama dengan anak-anak, seperti tebak-tebakan nama buah. Saat saya menyebutkan kata 'jambu' tetiba Askana berkata, "Pengen jus jambu, Bundaa!" persis ketika taksi kami melintasi toko jus di pinggir jalan dekat rumah. Jus jambu memang kesukaannya, saya pun tidak pernah melarangnya untuk membeli jus jambu kalau memungkinkan, tapi kali ini? Kebutuhankah atau hanya sebatas 'latah' semata karena saya menyebutkan kata jambu barusan. Ehehe..di sinilah Si Bunda mulai bernegosiasi. "Ko tiba-tiba kakak pengen jus jambu pas dengar Bunda nyebut kata 'jambu''. Hemmh, beli jus jambunya kapan-kapan ya, sayaang..!" mukanya tetiba cemberut, tapi kemudian ia mengerti. "Nanti belinya kalau sama ayah ya, Bunda?" katanya. Yes, berhasil! #kuliahbunsayiip #tantangan10hari #level8 #rejekiitupastikemuliaanharusdicari #cerdasfinansial

Tidak Suka Boleh, tapi Jangan Menghina..

"Bunda, kakak Kana mau kurma dong!" katanya setelah melihat kurma di dalam kulkas. Lalu saya mengeluarkan kurma itu dari bungkusnya dan memberikannya pada anak-anak. Tiba-tiba Askana bicara, "Kurmanya gak enak, bunda. Kakak gak suka!" "Loh, ko begitu? Gak boleh menghina makanan, sayang.. Kalau gak suka, sini kasih ke bunda, gak usah dimakan boleh ko, nak.." saya melihat matanya yg memperhatikan dengan seksama. Sambil berlalu ke arah dapur, saya melanjutkan "karena.." belum tuntas saya menjelaskan, Si Sulung ini menjawab "makanan dari Allah. Makanan akan membuat badan kita sehat. Ya kan, Bunda?" katanya tersenyum ke arah saya. Saya bergerak cepat menghampiri, mencium keningnya, "Betul, sayang.. Makanan itu rezeki dari Allah, makanya kita tidak boleh menghina makanan ya, nak. Kakak Kana pintar sudah tahu jawabannya. Sekarang, sini kurmanya kasih Bunda kalau kakak gak suka..". Ia malah menggeleng cepat, "Kakak Kana suka, B...

Setiap Anak Memiliki Cahayanya Sendiri

Gambar
Discovering ability, merupakan dua kata kunci dalam tantangan game level ini, yaitu bagaimana kepiawaian sang fasilitator dalam hal mengidentifikasi dan mengembangkan bakat yang dimiliki si anak. Ya, orangtua adalah fasilitator utama anak-anaknya. Seringkali saya terlupa bahwa setiap anak memiliki cahaya kebaikan dalam diri mereka. Saya terlalu sibuk 'membentuk' mereka dengan menggunakan standar normatif--bagaimana idealnya--yang justru mengenyampingkan keinginan ataupun bakat anak-anak. Ini yang SALAH, dan HARUS DIPERBAIKI. Mendidik mereka di jalur yang benar ternyata tidaklah cukup, yang terpenting adalah bagaimana saya mendampingi anak-anak untuk berkembang sesuai fitrahnya. Askana dan Adia, dua krucils yang masih balita ini, memang belum begitu terlihat bakat yang mereka miliki. Dalam masa-masa inilah saya sangat perlu memberikan stimulasi apapun perihal konsep diri (intrapersonal), hubungan dengan sesama (interpersonal), change factor (perubahan), maupun hubungan mereka de...

Mooo...

Sehubungan dengan hari raya Idul Adha, maka kami berencana untuk mengenalkan konsep berkurban kembali kepada anak-anak. Proyek ini merupakan proyek tahunan bagi keluarga kami. Setiap pagi saat berangkat ke sekolah, anak-anak senang sekali melihat banyak kambing dan sapi di pinggir jalan, mereka melambaikan tangan dan menirukan suara hewan-hewan itu. Adia sekarang bahkan bisa meniru suara "mooo...", hihii 😚 Di saat itulah kami menceritakan kisah berkurban dan alasan berkurban kepada anak-anak. Alhamdulillah tahun ini Askana dan Adia dapat berkurban sapi, yang diberikan oleh Oppung Dolli nya. Saat sapi itu tiba, mereka antusias sekali melihat sapi itu. Askana bahkan mengantar sapinya hingga ke halaman mesjid, tempat berkumpulnya para hewan kurban. Hari Idul Adha pun tiba, Askana bersemangat sekali ingin melihat hewan kurbannya disembelih. Ya, ini bukan kali pertama bagi Askana. Tahun lalu, ia senang dengan rela menunggu hingga siang hari melihat penyembelihan kamb...

Welcome, curiosity!

"Bunda, lihat..bulan setengah!" serunya dalam taksi. Ia memang selalu bersemangat memerhatikan bentuk bulan. "Kenapa bulannya setengah sih, Bunda? Kenapa ada bulan sabit?" tanyanya penasaran. "Sebagai penanda waktu, sayang! Penanda waktu di kalender hijriah." jawab saya. "Bulan purnama juga?" tanyanya lagi. Saya mengangguk tersenyum. Ia masih berpikir, lalu bertanya lagi, "kalau bintang? Bintang juga untuk kasih lihat kalender, Bunda?" Saya menggeleng, "Nggak, sayang..". "Kenapa? Kenapa cuma bulan, Bunda?" katanya lagi penasaran. Skak! "Hemmh, Bunda juga gak tahu, nak.. Nanti lain kali kita bahas lagi tentang tata surya yaa.." timpal saya. "Bunda mau belajar dulu ya? Yeayy, asyiiikk!" serunya senang sekali. Welcome, curiosity ..selamat belajar si Bunda! 😁 #tantangan10hari #level7 #kuliahbunsayiip #bintangkeluarga

Happy with Hijab! (2)

Gambar
Masih ingat postingan saya tentang "Happy with Hijab!"? Pada postingan itu saya berencana untuk membeli pashmina anak untuk Askana agar ia terbiasa menggunakan kerudung. Namun, karena satu dan lain hal, hingga saat ini saya belum merealisasikannya. Belakangan ini ada hal yang menarik. Adia juga suka sekali memakai kerudung ke sekolah. Saya juga mendapat laporan bahwa Adia betah berlama-lama memakai kerudungnya, bahkan saat ia mau tidur. Melihat hal itu, saat akan berangkat sekolah saya bertanya pada Adia, "Dedek Adia mau bawa kerudung ke sekolah?" Apabila ia setuju, maka saya akan memberi kesempatan padanya untuk memilih kerudung yang ia bawa. Rupanya hal ini menarik perhatian Askana. Suatu hari saat Adia memakai kerudungnya, Askana berkata, "Kenapa Bunda gak bawakan kakak Kana kerudung?" Saya langsung menangkap peluang itu. "Kakak Kana mau ke sekolah pakai kerudung, nak?" "Mauuu, Bunda!" jawabnya bersemangat. Sesampainya di rumah, i...

Na..nana..nana..na..na..

Sepanjang pengamatan saya, ada kebiasaan baru yang dilakukan Adia: bersenandung 😚 Lucuu yaa.. Sudah dua hari ini Adia selalu bersenandung saat sedang bermain, entah menyanyikan lagu apa. Perbendaharaan kata Adia memang masih terbatas, tapi saya mendengar jelas dirinya mengeluarkan suara yang berirama, seperti "na..nana..na..na..nana.." Saya teringat bahwa dua hari lalu sepulang sekolah, saat di dalam taksi, saya dan Askana bermain tebak lagu. Kami bersenandung dengan irama lagu tertentu secara bergantian dan setelah tahu itu lagu apa, lalu kami menyanyikannya bersama-sama. Adia memerhatikan kami sambil bertepuk tangan riang. Malam harinya, Adia mulai bersenandung saat ia bermain. Mungkin itulah yang memicu kebiasaan baru Adia ini. Dan rupanya, kebiasaan barunya ini juga disadari oleh caregiver dan gurunya di sekolah. Saat sore tadi saya menjemput Adia, keduanya melaporkan hal yang sama, bahkan Adia bersenandung saat duduk di kloset, haha.. 😅 Menuru...

Jauh di Mata, Dekat di Hati

Sedekat apapun anak-anak dengan si ibu, seorang ayah tetap mempunyai tempat tersendiri di hati anak-anaknya , itulah yang saya yakini. Suami saya termasuk seorang workholic . Hampir setiap hari ia pulang lewat tengah malam, dan pagi-pagi sudah mengantar anak-anak ke sekolah. Tidak banyak memang waktu yang dihabiskannya bersama kami. Saat weekdays , quality time yang dibangun bersama anak-anak adalah saat mengantar anak-anak ke sekolah, namun tidak jarang pula hal itu pun terlewat karena anak-anak masih tertidur pulas. Ditambah lagi saat ini ayahnya anak-anak mengikuti training setiap hari Sabtu, maka sudah sebulan ini beberapa pertanyaan sudah sangat familiar, "Ayah di mana, Bunda? Trainingnya sampai jam berapa? Kok Ayah gak pulang-pulang?" Alhamdulillah, salah satu sarana yang dapat mendekatkan anak-anak dan si Ayah adalah video call . Meski terpisah jarak, tapi ternyata anak-anak sangat senang dapat melihat wajah ayahnya dan bercerita apapun. Seperti malam tadi, Adia be...

Kongkow Bocah di Taman Komplek

Salah satu pertimbangan yang menarik perhatian kami untuk memilih rumah yang kami tinggali sekarang ini adalah adanya taman bermain dekat dengan rumah kami. Namun, saya akui saya memang jarang mengajak anak-anak bermain di taman karena di hari weekend waktu saya seakan habis dengan urusan rumah tangga dan menghadiri undangan ke sana kemari. Begitupun dengan ayahnya anak-anak. Waktunya habis di kantor, sehingga saat hari Sabtu biasanya diisi dengan merecharge tenaga. Beruntungnya, Aki dan Nini yang rajin mengajak anak-anak (terutama Askana) bermain di taman saat datang menjenguk ke rumah. Belakangan, taman komplek direnovasi sehingga memiliki daya tarik lebih bagi saya. Akhirnya, di saat ayahnya training, saya pun memberanikan diri mengajak Askana dan Adia ke taman. Askana senang sekali bermain dan berbaur dengan anak-anak tetangga. Selain mencoba berbagai mainan, seperti ayunan, perosotan, panjat dinding; Askana juga berani belajar bersepada dengan meminjam sepeda temannya (ban seped...

Trial Error Latihan Berenang Para Balita

Gambar
Sudah sebulan ini ayahnya anak-anak memutuskan untuk training di hari Sabtu, yang pada akhirnya membulatkan tekad saya untuk mengajak anak-anak belajar renang. Nahh, alhamdulillah sekali Mbak Rina, salah satu member IIP Jakarta, bersedia mengajari Askana dan Adia berenang di hari Minggu. Lohhh ko Minggu?? Iya memang tadinya saya berencana membawa anak-anak belajar renang di hari Sabtu, ternyata..ehh ternyataa..saya si Bunda yang sok-sokan super ini mendadak memble pas tahu jadwal renang di hari Sabtu bertempat di Amsterdam Waterpark, Tangerang. Wakkakakk, jauuhhh bangett kan yaa dari rumah sayaa di Joglo, dan itu adalah waterpark--yang mana pasti banyaakk banget wahana yang akan mengganggu konsentrasi Askana ataupun Adia.. Kebayangg gak, saya yang kecil begini gendong Adia dan menggandeng Askana, ditambah menenteng beberapa tas, yaa Salaam.. *lambaikann bendera putihh aja dehh 🙇😝 Jadilahh diputuskan anak-anak berenang di hari Minggu aja. Alhamdulillah juga ayahnya anak-anak bisa an...

Happy with Hijab!

Gambar
Happy with hijab, hihii..afrakids banget yaa saya. Ehh tapi emang bener lohh ini quotes afrakids selalu menginspirasi, cuuutttt....jadi promo! *silakan menghubungi saya apabila minat dengan produk afrakids yaa, eaaa.. 😝 Kali ini saya akan bahas kejadian pagi tadi. Emmh, sebenarnya ini bukan kali pertama, tapii baru kali ini saya menyadari bahwa Askana sangat mahir menggunakan kerudung ataupun pashmina sebagai hijab. Sejak kecil Askana memang sudah saya kenalkan dengan kerudung, banyaaakkk dehh kerudungnya..alhamdulillah bisa dipakai oleh Adia juga sekarang, hehe.. Tapi memang, saya tidak pernah memaksakan Askana harus selalu memakai kerudung saat keluar rumah. Kenapa? Yaa memang karena kewajiban berhijab hanya untuk wanita yang sudah baligh..dannn alhamdulillahnya Askana sudah tahu itu. Kembali ke topik, singkatnya, pagi tadi Askana dan Adia sibuukk sekali berkreasi dengan kerudung saya. Adia mondar-mandir menarik-narik kerudungnya, sedangkan Askana antengg sekali di kam...