Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tahap Ulat-ulat

Gerbang menuju Kepompong

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan saya melewati dua tahapan kelas Bunda Cekatan, masya Allah. Perasaan campur aduk, antara senang, waswas, haru, penasaran, semua jadi satu. Alhamdulillah gak ada sedih sih , hehe...karena menjalani semua ini dengan happy (karena banyak kejutan keknya, haha). Meski memang terus terang belakangan ini agak harus menata semangat, entah karena jenuh atau karena memang konsentrasi terpecah. Yang pasti, setiap di akhir pengumpulan tantangan selalu ada tambahan energi, jadi bisa menyelesaikan jurnal di setiap minggunya. Tiba di penghunjung tahap Ulat-ulat ini saya tidak lagi menerka-nerka ke mana arah tujuan saya, istilahnya udah ajeg lah yaa akan jalan yang mau ditempuh (yaiyalahh, wong peta belajarnya udah revisian ke-6 kayaknya, wakakakk...keterlaluan kalau masih oleng!). Di tahap ini saya banyak belajar, bagaimana tentang pengagungan ilmu dan sumber ilmu, bagaimana menetapkan fokus pada apa yang kita butuhkan (bu...

Bekal Makanan Buddy

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Alhamdulillah memasuki pekan ke-8. Ini merupakan pekan terakhir tahap Ulat-ulat. Pada pekan ini, kami para ulat diminta untuk mencari buddy. Siapakah buddy? Buddy adalah teman seperjuangan yang akan menjaga kita, memberikan kita banyak bekal sebagai persiapan memasuki tahap kepompong. Untuk mencari buddy ini, ada proses lamar-melamar. Eng...ing...eng...bingung dong yaa, mau ngelamar siapa. Sementara, saya pun gak dilamar sama orang lain, bahahaa. Strategi pencarian buddy ini yang saya pakai adalah orang yang saya rasa klop dengan saya dan tentu berasal dari keluarga yang memang belum saya dalami. Harapannya, selain dapat memberikan bekal untuknya, saya juga mendapatkan bekal yang sesuai dengan peta belajar saya. Setelah menjalani proses pencarian buddy ini, benar-benar bikin jantung deg-degan ya. Lamaran saya ditolak dua kali dan yang paling menyakitkan adalah pinangan yang telah saya terima ternyata diputus sebelah pihak. Huks!! Ya memang kalau kata A...

Refleksi Makanan Tahap Ulat-ulat

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Waktu tinggal dua minggu lagi dalam tahap ulat-ulat. Pada minggu ini kami diminta untuk membongkar semua keranjang makanan yang kami punya. Mulai dari makanan utama, hadiah, maupun cemilan. Hemmh, apa saja makanan yang sudah saya lahap,Pada peta belajar saya yang baru, saya menambahkan kegiatan Social Life with Extended Famiy and Others. Maksudnya adalah dalam kegiatan sehari-hari tentu saya pun berinteraksi dengan keluarga besar dan orang lain. Setelah saya telaah lebih dalam, ternyata saya membutuhkan makanan utama tentang komunikasi , bukan manajemen waktu, meskipun tema peta belajar saya adalah "On Time di Dunia, Bahagia di Akhirat". Kenapa begitu? Karena masalah utama saya bukanlah saya tidak bisa mengelola waktu dengan baik secara pribadi, tapi lebih kepada bagaimana saya mengelola waktu pribadi saya bersama dengan keluarga agar lebih produktif. Produktif tentu saja tidak ada drama merepet panjang kali lebar ke krucil dan si Ayah saat...

Hadiah yang Membuat Hati Berdebar

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Waaahh, minggu ini penuh kejutan! Seharian saya mesem-mesem karena merasa mendapat banyak cinta dari teman-teman. Di minggu ini kami diminta untuk saling memberi hadiah 'makanan' kesukaan para ulat di kelas Bunda Cekatan. Bagai disambut keluhan saya di jurnal lalu tentang cara berkenalan teman-teman yang main sodor form saja, pekan ini Ibu Septi justru kembali meminta kami untuk melatih empati. Caranya adalah dengan membawakan hadiah berupa ilmu yang dibutuhkan untuk teman-teman yang baru saja kita kenal. Hemmh, apa saja hadiah yang saya bawakan, ya? Jumát lalu saya sudah menentukan target siapa saja yang akan saya berikan hadiah dan apa saja hadiahnya. Akan tetapi, ada sedikit perubahan karena jumlahnya bertambah, hehe. Ternyata, memberi sesuatu yang kita punya dan bermanfaat bagi orang lain itu sangat menyenangkan! Masya Allah.... Orang pertama yang saya beri hadiah adalah Mbak Fita Rahmat dari IP Jakarta . Saya memberinya informasi mengen...

Komunikasi Produktif dengan Pasangan (Bagian 1)

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Tantangan minggu ini di kelas Bunda Cekatan adalah kami diminta untuk menemukan keluarga kami yang satu visi dalam topik besar yang ingin kami dalami. Hemmh, saya agak bingung nih awalnya. Tema besar saya adalah "On Time di Dunia, Bahagia di Akhirat" yang kemudian membuat saya untuk bertemu dengan keluarga manajemen waktu. Akan tetapi, setelah saya bergabung di dalam keluarga itu, saya semakin galaauu. Terpikir bahwa seharusnya saya perlu mendalami topik lainnya terlebih dahulu. Kendala waktu yang saya alami bukanlah karena saya belum bisa memenej waktu dengan baik, namun seringkali ritme saya kurang harmonis dengan ritme waktu anggota keluarga lainnya, yang berujung pada 'merepet' panjang tak berkesudahan, wakakak. Setelah melalui proses perenungan, akhirnya saya memutuskan untuk begabung dengan keluarga komunikasi terlebih dahulu karena salah satu aktivitas yang ingin saya dalami dalam peta belajar saya diantaranya adalah membangunka...

Komunikasi Produktif: Seni Bicara dan Mendengar

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Wow, permainan di Kelas Bunda Cekatan kian menantang! Minggu ini saya cukup kewalahan karena harus menyuguhkan potluck (makanan bergizi untuk teman-teman lainnya) dalam bentuk audio ataupun audiovisual. Kalau minggu lalu bentuknya tulisan, ya. Minggu ini saya agak oleng karena belum menguasai kedua media tersebut. Alhamdulillah potluck saya yang berjudul "5 Tips Melatih Kemandirian Anak dalam Berpakaian" telah rampung dan bisa teman-teman lihat di sini . Selamat menikmati! Bicara potluck tentu tidak jauh-jauh dengan makanan, ya. Makanan saya minggu ini adalah tentang komunikasi produktif khususnya dengan anak, yang saya ambil dari tiga potluck teman-teman di Kelas Bunda Cekatan (referensi akan saya cantumkan di akhir tulisan). Kenapa potluck "komunikasi produktif pada anak" yang saya makan? Hal ini berhubungan dengan peta belajar saya. Aktivitas yang ingin saya dalami salah satunya adalah membangunkan anak-anak lebih pagi. Karena it...

Tazkiyatun Nafs: Belajar dari Kisah Penjual Roti dan Imam Ahmad bin Hambal

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Yeay , akhirnya saya lolos dari tahap telur-telur dan mulai memasuki tahap ulat-ulat. Senang banget karena saya masih bisa bertahan meski kemarin ada beberapa ujian, hoho. Di tahap ulat-ulat ini, saya pikir kami sudah diminta untuk praktik, hehe ke-PD-an. Sudah semangat banget, dong. Eh ternyata, kami justru diminta berbagi ilmu terlebih dahulu. Hemmh, cukup unik, nih, metode pembelajaran dari Ibu Septi. Jadi, ibarat gelas kosong, ya, gak mungkin diisi terus-menerus. Tapi, air di dalam gelas juga harus dituang biar enggak luber. Sama dengan, gak mungkin kita belajar terus-menerus, tapi kita juga harus berbagi ilmu kepada yang lain agar setiap proses pembelajaran kita menjadi berkah. Masya Allah ... love banget! Untuk menulis jurnal pertama di tahap ulat-ulat ini lumayan bikin galau, huhuu ... dan akhirnya saya memutuskan untuk merevisi (lagi) peta belajar saya. Saya merasa tidak sreg karena butuh bridging antara tema proyek kandang waktu saya ( On Tim...