Postingan

Menampilkan postingan dengan label Semua Anak adalah Bintang

Passion (Saya) yang Terkungkung

Gambar
Passion . Apa yang kira-kira terbersit dalam pikiran, Teman-teman? Saya kadang bertanya dalam hati, "Apa, ya, passion saya?" Terus malah bingung mikir jawabannya, hehe . Mungkin saya masuk kategori orang yang telat mengembangkan minat. Biasa saja. Suka mencoba banyak hal, tapi bukan termasuk orang yang ahli dalam suatu hal. Bukan juga termasuk orang yang berbinar-binar karena mengerjakan sesuatu. Flat. Menyedihkan? Iya, memang. Saat sekolah kita memang belajar banyak mata pelajaran, ya. Kita dituntut bisa di semua mata pelajaran. Memang enggak ada yang memaksa, sih, tapi siapa yang ngalamin ikutan remed di mata pelajaran/mata kuliah tertentu? Sini, ngacung bareng saya! Hehe.. Dan kalau ternyata ikutan remed , malunya bukan kepalang. Ada sanksi sosial di sana. Saya ingat sekali waktu itu sahabat baik saya harus mengikuti ujian ulang mata kuliah Fisika Umum di tahun pertama. Akhirnya, ia memutuskan untuk menginap di rumah saya, belajar semalam suntuk. Bukankah itu artinya k...

Lima Tips yang Perlu Diperhatikan Orang Tua saat Memilih Sekolah Anak

Gambar
Saya tidak menyangka akhirnya saya memasuki fase mamak-mamak galau memilih sekolah anak, wakakakk... Hayoo siapa yang senasib? Cuungg!! Sejak setahun lalu, saat Askana baru akan memasuki kelas K-1, kami diundang oleh sekolah Askana secara personal. Saat itu, (calon) guru Askana bertanya pada kami, ke mana arah pendidikan Askana nantinya? Jeng ... jeng!! Belum kepikiran sama sekali tentang memilih sekolah anak, bahkan kami kaget karena dibrondol pertanyaan secepat ini. Secara umur, Askana memang terlalu cepat setahun saat akan memasuki masa sekolah dasar. Saat itu, ada dua usulan dari gurunya Askana. Pertama, Askana mengulang kelas K2 di tahun berikutnya agar usia saat memasuki sekolah dasar tepat 7 tahun. Atau, tetap melanjutnya proses belajarnya dan menyekolahkan Askana di sekolah yang dapat menerima usianya. Saat berada di fase itu saya pun akhirnya berselancar di dunia maya untuk membuat list beberapa sekolah yang menjadi inceran. Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memilih s...

Setiap Anak Memiliki Cahayanya Sendiri

Gambar
Discovering ability, merupakan dua kata kunci dalam tantangan game level ini, yaitu bagaimana kepiawaian sang fasilitator dalam hal mengidentifikasi dan mengembangkan bakat yang dimiliki si anak. Ya, orangtua adalah fasilitator utama anak-anaknya. Seringkali saya terlupa bahwa setiap anak memiliki cahaya kebaikan dalam diri mereka. Saya terlalu sibuk 'membentuk' mereka dengan menggunakan standar normatif--bagaimana idealnya--yang justru mengenyampingkan keinginan ataupun bakat anak-anak. Ini yang SALAH, dan HARUS DIPERBAIKI. Mendidik mereka di jalur yang benar ternyata tidaklah cukup, yang terpenting adalah bagaimana saya mendampingi anak-anak untuk berkembang sesuai fitrahnya. Askana dan Adia, dua krucils yang masih balita ini, memang belum begitu terlihat bakat yang mereka miliki. Dalam masa-masa inilah saya sangat perlu memberikan stimulasi apapun perihal konsep diri (intrapersonal), hubungan dengan sesama (interpersonal), change factor (perubahan), maupun hubungan mereka de...

Mooo...

Sehubungan dengan hari raya Idul Adha, maka kami berencana untuk mengenalkan konsep berkurban kembali kepada anak-anak. Proyek ini merupakan proyek tahunan bagi keluarga kami. Setiap pagi saat berangkat ke sekolah, anak-anak senang sekali melihat banyak kambing dan sapi di pinggir jalan, mereka melambaikan tangan dan menirukan suara hewan-hewan itu. Adia sekarang bahkan bisa meniru suara "mooo...", hihii 😚 Di saat itulah kami menceritakan kisah berkurban dan alasan berkurban kepada anak-anak. Alhamdulillah tahun ini Askana dan Adia dapat berkurban sapi, yang diberikan oleh Oppung Dolli nya. Saat sapi itu tiba, mereka antusias sekali melihat sapi itu. Askana bahkan mengantar sapinya hingga ke halaman mesjid, tempat berkumpulnya para hewan kurban. Hari Idul Adha pun tiba, Askana bersemangat sekali ingin melihat hewan kurbannya disembelih. Ya, ini bukan kali pertama bagi Askana. Tahun lalu, ia senang dengan rela menunggu hingga siang hari melihat penyembelihan kamb...

Welcome, curiosity!

"Bunda, lihat..bulan setengah!" serunya dalam taksi. Ia memang selalu bersemangat memerhatikan bentuk bulan. "Kenapa bulannya setengah sih, Bunda? Kenapa ada bulan sabit?" tanyanya penasaran. "Sebagai penanda waktu, sayang! Penanda waktu di kalender hijriah." jawab saya. "Bulan purnama juga?" tanyanya lagi. Saya mengangguk tersenyum. Ia masih berpikir, lalu bertanya lagi, "kalau bintang? Bintang juga untuk kasih lihat kalender, Bunda?" Saya menggeleng, "Nggak, sayang..". "Kenapa? Kenapa cuma bulan, Bunda?" katanya lagi penasaran. Skak! "Hemmh, Bunda juga gak tahu, nak.. Nanti lain kali kita bahas lagi tentang tata surya yaa.." timpal saya. "Bunda mau belajar dulu ya? Yeayy, asyiiikk!" serunya senang sekali. Welcome, curiosity ..selamat belajar si Bunda! 😁 #tantangan10hari #level7 #kuliahbunsayiip #bintangkeluarga

Happy with Hijab! (2)

Gambar
Masih ingat postingan saya tentang "Happy with Hijab!"? Pada postingan itu saya berencana untuk membeli pashmina anak untuk Askana agar ia terbiasa menggunakan kerudung. Namun, karena satu dan lain hal, hingga saat ini saya belum merealisasikannya. Belakangan ini ada hal yang menarik. Adia juga suka sekali memakai kerudung ke sekolah. Saya juga mendapat laporan bahwa Adia betah berlama-lama memakai kerudungnya, bahkan saat ia mau tidur. Melihat hal itu, saat akan berangkat sekolah saya bertanya pada Adia, "Dedek Adia mau bawa kerudung ke sekolah?" Apabila ia setuju, maka saya akan memberi kesempatan padanya untuk memilih kerudung yang ia bawa. Rupanya hal ini menarik perhatian Askana. Suatu hari saat Adia memakai kerudungnya, Askana berkata, "Kenapa Bunda gak bawakan kakak Kana kerudung?" Saya langsung menangkap peluang itu. "Kakak Kana mau ke sekolah pakai kerudung, nak?" "Mauuu, Bunda!" jawabnya bersemangat. Sesampainya di rumah, i...

Na..nana..nana..na..na..

Sepanjang pengamatan saya, ada kebiasaan baru yang dilakukan Adia: bersenandung 😚 Lucuu yaa.. Sudah dua hari ini Adia selalu bersenandung saat sedang bermain, entah menyanyikan lagu apa. Perbendaharaan kata Adia memang masih terbatas, tapi saya mendengar jelas dirinya mengeluarkan suara yang berirama, seperti "na..nana..na..na..nana.." Saya teringat bahwa dua hari lalu sepulang sekolah, saat di dalam taksi, saya dan Askana bermain tebak lagu. Kami bersenandung dengan irama lagu tertentu secara bergantian dan setelah tahu itu lagu apa, lalu kami menyanyikannya bersama-sama. Adia memerhatikan kami sambil bertepuk tangan riang. Malam harinya, Adia mulai bersenandung saat ia bermain. Mungkin itulah yang memicu kebiasaan baru Adia ini. Dan rupanya, kebiasaan barunya ini juga disadari oleh caregiver dan gurunya di sekolah. Saat sore tadi saya menjemput Adia, keduanya melaporkan hal yang sama, bahkan Adia bersenandung saat duduk di kloset, haha.. 😅 Menuru...

Jauh di Mata, Dekat di Hati

Sedekat apapun anak-anak dengan si ibu, seorang ayah tetap mempunyai tempat tersendiri di hati anak-anaknya , itulah yang saya yakini. Suami saya termasuk seorang workholic . Hampir setiap hari ia pulang lewat tengah malam, dan pagi-pagi sudah mengantar anak-anak ke sekolah. Tidak banyak memang waktu yang dihabiskannya bersama kami. Saat weekdays , quality time yang dibangun bersama anak-anak adalah saat mengantar anak-anak ke sekolah, namun tidak jarang pula hal itu pun terlewat karena anak-anak masih tertidur pulas. Ditambah lagi saat ini ayahnya anak-anak mengikuti training setiap hari Sabtu, maka sudah sebulan ini beberapa pertanyaan sudah sangat familiar, "Ayah di mana, Bunda? Trainingnya sampai jam berapa? Kok Ayah gak pulang-pulang?" Alhamdulillah, salah satu sarana yang dapat mendekatkan anak-anak dan si Ayah adalah video call . Meski terpisah jarak, tapi ternyata anak-anak sangat senang dapat melihat wajah ayahnya dan bercerita apapun. Seperti malam tadi, Adia be...

Kongkow Bocah di Taman Komplek

Salah satu pertimbangan yang menarik perhatian kami untuk memilih rumah yang kami tinggali sekarang ini adalah adanya taman bermain dekat dengan rumah kami. Namun, saya akui saya memang jarang mengajak anak-anak bermain di taman karena di hari weekend waktu saya seakan habis dengan urusan rumah tangga dan menghadiri undangan ke sana kemari. Begitupun dengan ayahnya anak-anak. Waktunya habis di kantor, sehingga saat hari Sabtu biasanya diisi dengan merecharge tenaga. Beruntungnya, Aki dan Nini yang rajin mengajak anak-anak (terutama Askana) bermain di taman saat datang menjenguk ke rumah. Belakangan, taman komplek direnovasi sehingga memiliki daya tarik lebih bagi saya. Akhirnya, di saat ayahnya training, saya pun memberanikan diri mengajak Askana dan Adia ke taman. Askana senang sekali bermain dan berbaur dengan anak-anak tetangga. Selain mencoba berbagai mainan, seperti ayunan, perosotan, panjat dinding; Askana juga berani belajar bersepada dengan meminjam sepeda temannya (ban seped...

Trial Error Latihan Berenang Para Balita

Gambar
Sudah sebulan ini ayahnya anak-anak memutuskan untuk training di hari Sabtu, yang pada akhirnya membulatkan tekad saya untuk mengajak anak-anak belajar renang. Nahh, alhamdulillah sekali Mbak Rina, salah satu member IIP Jakarta, bersedia mengajari Askana dan Adia berenang di hari Minggu. Lohhh ko Minggu?? Iya memang tadinya saya berencana membawa anak-anak belajar renang di hari Sabtu, ternyata..ehh ternyataa..saya si Bunda yang sok-sokan super ini mendadak memble pas tahu jadwal renang di hari Sabtu bertempat di Amsterdam Waterpark, Tangerang. Wakkakakk, jauuhhh bangett kan yaa dari rumah sayaa di Joglo, dan itu adalah waterpark--yang mana pasti banyaakk banget wahana yang akan mengganggu konsentrasi Askana ataupun Adia.. Kebayangg gak, saya yang kecil begini gendong Adia dan menggandeng Askana, ditambah menenteng beberapa tas, yaa Salaam.. *lambaikann bendera putihh aja dehh 🙇😝 Jadilahh diputuskan anak-anak berenang di hari Minggu aja. Alhamdulillah juga ayahnya anak-anak bisa an...

Happy with Hijab!

Gambar
Happy with hijab, hihii..afrakids banget yaa saya. Ehh tapi emang bener lohh ini quotes afrakids selalu menginspirasi, cuuutttt....jadi promo! *silakan menghubungi saya apabila minat dengan produk afrakids yaa, eaaa.. 😝 Kali ini saya akan bahas kejadian pagi tadi. Emmh, sebenarnya ini bukan kali pertama, tapii baru kali ini saya menyadari bahwa Askana sangat mahir menggunakan kerudung ataupun pashmina sebagai hijab. Sejak kecil Askana memang sudah saya kenalkan dengan kerudung, banyaaakkk dehh kerudungnya..alhamdulillah bisa dipakai oleh Adia juga sekarang, hehe.. Tapi memang, saya tidak pernah memaksakan Askana harus selalu memakai kerudung saat keluar rumah. Kenapa? Yaa memang karena kewajiban berhijab hanya untuk wanita yang sudah baligh..dannn alhamdulillahnya Askana sudah tahu itu. Kembali ke topik, singkatnya, pagi tadi Askana dan Adia sibuukk sekali berkreasi dengan kerudung saya. Adia mondar-mandir menarik-narik kerudungnya, sedangkan Askana antengg sekali di kam...

Teka-Teki Peri Flora

Pernah gak sih para moms berpikiran, "aduuhh kenapa sih anak ini ngebantaahh teruuss?!", dan hal itu ternyata hinggap di pikiran saya semalam. Askana belakangan ini memang sedang hobi berargumen tentang banyak hal, bahkan mendebat tentang kebenaran yang saya sampaikan. Ini yang kadang membuat saya harus bersabar ekstra untuk menjelaskan dan tidak mengikuti arus pemikirannya, meski terkadang si Sulung ini memberikan pernyataan, "Bunda salah! Bunda gak tahu ya? Bunda gak percaya ya dengan Kakak Kana?" daann kalimat-kalimat lainnya 😓 Sebelum tidur, biasanya Askana meminta saya untuk membaca buku cerita. Aktivitas bercerita inipun yang akhirnya juga diikuti oleh Adia. Buku pilihannya malam tadi adalah "Teka-Teki Peri Flora", yang merupakan buku aktivitas dengan alur cerita dan gambar yang menyenangkan. Buku ini merupakan salah satu buku favoritnya. Saya sebenarnya sudah terkantuk-kantuk, tapi saya mencoba bercerita untuk mereka. Askana tentunya ...

Coretan yang Menyenangkan!

Gambar
Beberapa hari ini saya mengamati tingkah Adia dalam hal menggunakan krayon. Sebelumnya, saat awal sekali ia mengenal krayon, seperti bayi-bayi pada umumnya, ia malah memasukkan krayon ke dalam mulutnya. Yeahh, fase oral yang membuat ibu-ibu macam saya cukup ketar-ketir, huhuu.. Tapi ternyata, itu hanya berlangsung sekali, seingat saya..tidak seperti mainan lainnya yang sengaja ia masukkan ke dalam mulut berulang kali. Adia justru seakan mengeksplor warna-warna krayon tersebut pada bukunya, mencoba satu-persatu krayon itu. Ia sibuk mencari ruang kosong pada kertas untuk mencoretkan berbagai macam warna dengan raut muka cukup serius. Lama juga ia bertahan dengan aktivitas itu. Suatu waktu saya bahkan pernah tertidur saat  menungguinya mengeksplor warna-warna itu. Dan malam ini, saat saya beraktivitas di area dapur, Adia justru mencoba hal baru. Ia menggoreskan krayonnya ke tangga kayu kecil dan tertawa terbahak-bahak saat saya memergokinya, hahaa.. Melihat tingkah adiknya itu, Askana...