Postingan

Selamat Datang, Hexagonia!

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim... Waahhh, gak kerasa ternyata sudah berlanjut lagi belajar di level berikutnya: BUNDA PRODUKTIF . Wihuuu! Deg-degan, bingung, bahagia, apalah semua dicampur jadi satu. Ibu Septi memang bisa banget bikin kami semua tercengang-cengang, haha. Pada pekan pertama, kami peserta Bunda Produktif, dikenal dengan nama Hexagonia, yaitu para warga Hexagon City. Hahaa, banyak istilah barulah di Bunda Produktif ini. Jadi, rencananya kami akan membangun sebuah kota futuristik berdasarkan passion atau minat kami. Menarik, yah. Saya memilih bidang kepenulisan dengan fokus menulis cerita/lembar aktivitas anak. Tantangan di pekan pertama ini kami semua diminta membangun rumah kami. Setiap Hexagonia diberikan sekavling lahan berbentuk hexagon dan kami bebas berkreasi untuk membangun rumah yang kami inginkan. Liar banget pikirannya, pengen ini-pengen itu. Haha.. Awalnya saya sempat bingung mau bikin rumah dengan apa. Ngegambar gak bagus, kepikiran bikin maket tapi kok ya rib...

Saatnya Terbang Mengudara, Wahai Kupu-kupu!

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... Duuh, nano-nano rasanya menulis ini. Ternyata saya sampai juga di garis finish untuk terbang sebagai kupu-kupu. Masya Allah, Allah yang telah memudahkan saya untuk berproses. Semua ini sungguh tidak luput dari kuasaNya. Kelas Bunda Cekatan merupakan kelas yang saya tunggu sejak lama. Sempat khawatir tidak kebagian slot karena lulusan Bunda Sayang semakin banyak, tapi alhamdulillah Allah memberikan nikmat yang tak terkira. Belajar kembali mengenal diri sendiri. Mengenal apa artinya kata "BAHAGIA". Masya Allah, saya bagai menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang seringkali saya lontarkan dalam batin saya. Awalnya, di kelas ini merasa bingung. Gak ngerti apa sebenarnya yang dikerjakan di tahap telur-telur . Apa sebenarnya esensi dari tantangan setiap minggunya? Tapi saya hanya ingat satu hal, "Bersabarlah dalam menuntut ilmu." Jadi, meskipun saya masih meraba-raba tapi saya selalu berusaha menyelesaikan setiap tantangan ya...

Action #4: Straight Ahead

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Wihuuu, pekan ke-7! Campuk aduk banget ini rasanya. Antara senang karena masih semangat di program mentorship meski jatuh bangun dan sedih karena sebentar lagi program ini berakhir. Pekan ini saya fokus untuk mengejar ketertinggalan action plan saya pada pekan yang lalu. Alhamdulillah, Allah kasih semangat lagi untuk terus maju. Kali ini, Ibu Septi meminta kami untuk merayakan kemajuan. Mentor menilai kemajuan mentee dan mentee menilai kemajuan mentor. Hoho, deg-degan. As a Mentee Pada pekan ini, saya melanjutkan untuk menyortir dan merapikan bumbu masakan. Hoho, banyak yang expired ternyata. Saya juga menata isi kulkas. Satu lagi yang saya lakukan di pekan ini adalah merapikan laci penyimpanan makanan anak-anak. Memang seharusnya keseluruhan action plan itu sudah selesai pekan lalu. Tapi seperti yang sudah saya jelaskan pada postingan sebelumnya, pekan ini saya memutuskan untuk mengejar semua ketertinggalan itu. Untuk pembiasaan mencuci, saya be...

Rahasia Charlie

Gambar
Sudah sepekan aku tinggal di rumah baru ini. Bang Udin memanggilku dengan Charlie. Ah, Charlie, nama yang mencerminkan kegantenganku. Jujur saja, dibeli oleh Bang Udin merupakan keberkahan untukku, karena sepertinya Bang Udin orang yang baik. Semoga saja harapanku menjadi kenyataan. Aku selalu melihat Bang Udin didatangi banyak orang, entah apa pekerjaannya. Masa bodoh, lah. Yang penting dari sejak aku datang, aku selalu makan enak. Aku sebenarnya heran dengan penampakan diriku sebagai ayam ganteng saat ini. Aku mengingat dengan jelas sebelum dibeli Bang Udin, bulu-buluku berwarna merah kehitaman. Pola berwarna kuning ada di bagian punggungku, bulu hitam di bagian dada. Tapi setelah bang Udin memberiku ramuan yang entah apa gerangan, warna buluku berubah. Yang kuingat hanyalah aku diletakkan di dalam wadah besar yang diberi ramuan itu. Lalu bang Udin mengaduk-adukku dalam wadah tersebut dengan tangannnya, seperti mengaduk keripik yang dibumbui. Aku kini berubah dari jengger,...

Action #3: Learning by Doing

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim.... As a Mentee Waahh, pekan keenam ini sungguh...nano-nano rasanya! Semangat saya terjun bebaaass, huhuu...sepertinya karena energi habis digunakan untuk fokus kerja di ranah publik. Hari jumat masih vidcon sampai jam setengah 8, dilanjut meeting seharian di hari sabtu. Betul-betul hanya maintenance everyday . Progress action plan lambaattt sekali karena moodnya yang tercerai berai. Oiya, saya juga baru ngeh ternyata pekan lalu ada action plan yang ketinggalan, huhuu.. Bener-bener gak sadar padahal saya buka buku catatan donggg. Alhasil pekan ini pun terseok-seok menjalaninya. Meski begitu, saya masih bersyukur sekali karena bisa rutin mencuci dan menata peralatan makan dan memasak, tanpa menumpuknya berhari-hari. Anak-anak juga mulai terbiasa dengan menata peralatan makan mereka. Apalagi Adia yang hampir setiap hari membantu saya mencuci peralatan makannya, bahkan kadang peralatan makan kami. Masya Allah. Ini progress berarti bagi saya karena pembiasaan...

Action #2: Kegalauan Memilih Peralatan Masak yang Aman bagi Kesehatan

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Yasshh , memasuki pekan kelima rasanya semakin njlimet ini tantangannya, wakakakk. Bukan hanya action plan dan tugas sebagai mentor, pekan ini juga kami diminta untuk melakukan false celebration dan 360 degree evaluation . Hohoo... Pada pekan ini saya merasa kurang fokus, mungkin karena saking banyaknya yang harus dikerjakan ya (seperti yang sudah saya tulis tadi). Tapi, ternyata saya tidak sendirian karena Mbak Fina pun mengalami hal yang sama. Selain itu, saya juga mendapat curhatan serupa dari teman regional lain. Saat 360 degree evaluation , alhamdulillah saya justru mendapat banyak suntikan semangat. Pekan ini si ayah mau membantu saya untuk mencari peralatan masak. Ayah juga bertanya-tanya pada mama mertua tentang peralatan masak yang beliau gunakan. Bahkan, si ayah yang mengingat merk dan jenis bahan dasarnya. Yaaa, meskipun belum sampai tahap mensponsori peralatan masak yang saya gunakan, tapi karena hal itu saja saya bahagianya bukan kepalang...

Ayahku Tertabrak dengan Kucing

"Errrgghhh, sanaa pergiii!!!" Aku teriak kesal. "Miauuw..." musuhku meledekku. "Ihhh, sana, deh ! Aku tuh gak suka sama kamu, tapi kenapa selalu suka dekat-dekat?" keluhku. Lagi-lagi ia hanya menjawab, "Miaauw..." Emosiku semakin meninggi, tapi rasanya percuma berbicara panjang lebar dengannya. Lama-lama aku bisa gila. Bicara sendiri, tapi cuma disahut dengan satu kata. Huuffphh .. Aku tidak suka kucing! Kenapa, sih, ayah bawa kucing liar ini ke rumah? Sayang banget lagi. Mending bulunya cantik, ini malah biasa saja. Setiap hari kerjaannya mengikutiku. Mengganggu saja. "Ada apa, Sayang?" tiba-tiba ayah datang menghampiriku seakan tahu kekesalanku. "Ini loh, Yah, Si Miauw ngikutin terus dari tadi. Kenapa, sih , Ayah bawa dia ke rumah?" "Hemmh, itu ternyata yang membuat kamu kesal, Sayang. Sini duduk sama Ayah. Ayah mau cerita sesuatu." Raut muka ayah mulai berubah. Aku menyandarkan kepalaku pada bahu ay...