Postingan

Hadiah yang Membuat Hati Berdebar

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Waaahh, minggu ini penuh kejutan! Seharian saya mesem-mesem karena merasa mendapat banyak cinta dari teman-teman. Di minggu ini kami diminta untuk saling memberi hadiah 'makanan' kesukaan para ulat di kelas Bunda Cekatan. Bagai disambut keluhan saya di jurnal lalu tentang cara berkenalan teman-teman yang main sodor form saja, pekan ini Ibu Septi justru kembali meminta kami untuk melatih empati. Caranya adalah dengan membawakan hadiah berupa ilmu yang dibutuhkan untuk teman-teman yang baru saja kita kenal. Hemmh, apa saja hadiah yang saya bawakan, ya? Jumát lalu saya sudah menentukan target siapa saja yang akan saya berikan hadiah dan apa saja hadiahnya. Akan tetapi, ada sedikit perubahan karena jumlahnya bertambah, hehe. Ternyata, memberi sesuatu yang kita punya dan bermanfaat bagi orang lain itu sangat menyenangkan! Masya Allah.... Orang pertama yang saya beri hadiah adalah Mbak Fita Rahmat dari IP Jakarta . Saya memberinya informasi mengen...

Camping dan Komunikasi Interpersonal

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Oh sungguh, bermain di kelas Bunda Cekatan ini penuh dengan kejutan! Di saat kami para ulat sedang asyik menikmati makanan di hutan belantara, justru pada minggu ini Ibu Septi memberikan aturan main yang berbeda. Apakah itu? Para ulat diminta untuk melambatkan speed mengunyah dan rehat sejenak di camping ground ! Tengok ulat-ulat di sekitar, saling sapa. Sempat terpikir, “Ibu, ihh ... orang lagi semangat-semangatnya, ngapain diminta camping dulu?” Ternyata, permainan minggu justru erat kaitannya untuk membangun karakter para ibu pembelajar di kelas Bunda Cekatan. Ruh permainan di minggu ini adalah melatih rasa empati . Ketika kita sudah menyerap banyak ilmu, jangan sampai kita jumawa. Kita terlalu asyik sendiri, sehingga lupa akan keadaan teman-teman kita. Apakah mereka juga kenyang seperti halnya kita? Apakah mereka juga bahagia seperti halnya kita yang memakan banyak makanan? Atau, ada diantara mereka yang belum melahap makanan sama sekali? Tantang...

Komunikasi Produktif dengan Pasangan (Bagian 2)

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Pada pekan keempat ini, dalam keluarga K3B, kami membahas mengenai komunikasi dengan pasangan. Pekan ini, Mbak Yani (salah satu anggota K3B) sharing go-live FB Grup mengenai tips komunikasi dengan pasangan. Hemmh, makanan yang harus dikunyah pelan-pelan ini, yaa.... "Komunikasi harus dibenahi dari dalam keluarga karena value, visi, maupun misi keluarga dapat tercipta apabila suami-istri dapat berkomunikasi dengan baik." Komunikasi harus mengenal tiga kunci utama, yaitu: efisien, efektif, dan produktif . Efisiensi dalam berkomunikasi berkaitan dengan tenaga dan waktu. Kalau istri sudah bicara panjang lebar tapi sang suami masih tidak dapat menangkap pesan yang disampaikan, artinya komunikasi tersebut tidak efisien. Capek sendiri dong, ya. Berbicara dengan efisien dalam komunikasi dapat dilatih dengan ilmu gigit lidah, sehingga pembicaraan tetap berada di jalurnya. Efektif, artinya komunikasi dapat dipahami dengan lawan bicara, bagaimana kita d...

Komunikasi Produktif dengan Pasangan (Bagian 1)

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Tantangan minggu ini di kelas Bunda Cekatan adalah kami diminta untuk menemukan keluarga kami yang satu visi dalam topik besar yang ingin kami dalami. Hemmh, saya agak bingung nih awalnya. Tema besar saya adalah "On Time di Dunia, Bahagia di Akhirat" yang kemudian membuat saya untuk bertemu dengan keluarga manajemen waktu. Akan tetapi, setelah saya bergabung di dalam keluarga itu, saya semakin galaauu. Terpikir bahwa seharusnya saya perlu mendalami topik lainnya terlebih dahulu. Kendala waktu yang saya alami bukanlah karena saya belum bisa memenej waktu dengan baik, namun seringkali ritme saya kurang harmonis dengan ritme waktu anggota keluarga lainnya, yang berujung pada 'merepet' panjang tak berkesudahan, wakakak. Setelah melalui proses perenungan, akhirnya saya memutuskan untuk begabung dengan keluarga komunikasi terlebih dahulu karena salah satu aktivitas yang ingin saya dalami dalam peta belajar saya diantaranya adalah membangunka...

Komunikasi Produktif: Seni Bicara dan Mendengar

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Wow, permainan di Kelas Bunda Cekatan kian menantang! Minggu ini saya cukup kewalahan karena harus menyuguhkan potluck (makanan bergizi untuk teman-teman lainnya) dalam bentuk audio ataupun audiovisual. Kalau minggu lalu bentuknya tulisan, ya. Minggu ini saya agak oleng karena belum menguasai kedua media tersebut. Alhamdulillah potluck saya yang berjudul "5 Tips Melatih Kemandirian Anak dalam Berpakaian" telah rampung dan bisa teman-teman lihat di sini . Selamat menikmati! Bicara potluck tentu tidak jauh-jauh dengan makanan, ya. Makanan saya minggu ini adalah tentang komunikasi produktif khususnya dengan anak, yang saya ambil dari tiga potluck teman-teman di Kelas Bunda Cekatan (referensi akan saya cantumkan di akhir tulisan). Kenapa potluck "komunikasi produktif pada anak" yang saya makan? Hal ini berhubungan dengan peta belajar saya. Aktivitas yang ingin saya dalami salah satunya adalah membangunkan anak-anak lebih pagi. Karena it...

Tazkiyatun Nafs: Belajar dari Kisah Penjual Roti dan Imam Ahmad bin Hambal

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Yeay , akhirnya saya lolos dari tahap telur-telur dan mulai memasuki tahap ulat-ulat. Senang banget karena saya masih bisa bertahan meski kemarin ada beberapa ujian, hoho. Di tahap ulat-ulat ini, saya pikir kami sudah diminta untuk praktik, hehe ke-PD-an. Sudah semangat banget, dong. Eh ternyata, kami justru diminta berbagi ilmu terlebih dahulu. Hemmh, cukup unik, nih, metode pembelajaran dari Ibu Septi. Jadi, ibarat gelas kosong, ya, gak mungkin diisi terus-menerus. Tapi, air di dalam gelas juga harus dituang biar enggak luber. Sama dengan, gak mungkin kita belajar terus-menerus, tapi kita juga harus berbagi ilmu kepada yang lain agar setiap proses pembelajaran kita menjadi berkah. Masya Allah ... love banget! Untuk menulis jurnal pertama di tahap ulat-ulat ini lumayan bikin galau, huhuu ... dan akhirnya saya memutuskan untuk merevisi (lagi) peta belajar saya. Saya merasa tidak sreg karena butuh bridging antara tema proyek kandang waktu saya ( On Tim...

On Time di Dunia, Bahagia di Akhirat

Gambar
Bismillahirrahmanirrahiim.... Semakin minggu rasanya semakin deg-degan saat menulis jurnal, hehe. Excited banget! Antara bingung karena masih meraba-raba langkah yang akan ditempuh, tapi juga enggak sabar buat belajar banyak hal. Semoga ini pertanda baik akan diri ini yang haus ilmu, hihi aamiin.... Pada pekan keempat ini, kami diminta untuk membuat peta belajar atau istilah kerennya adalah mind mapping. Mind mapping ini bukan hal yang baru bagi saya karena saya juga pernah pernah membuatnya saat SMA, kuliah, bahkan hingga sekarang tentang suatu materi ajaran. Hal yang enggak pernah kepikiran adalah membuat mind mapping ini buat diri saya. Huhhaahh, langsung bingung deh harus memulainya dari mana, hehe. Akhirnya, saya berangkat dari tahap pembuatan mind mapping yang dijabarkan oleh Bapak Dodik, yaitu: 1. Tentukan nama PROGRAM/PROYEK; 2. Tuliskan TUJUAN agar kita selalu konsisten dengan tujuan yang telah ditetapkan; 3. Tulis segala aktivitas yang dilakukan dalam mencapai tuju...